• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Regional
     
    PKB NTT Jadikan 2016 Sebagai Tahun Konsolidasi
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 18 Februari 2016 | 15:38 WIB            #REGIONAL

    PKB
    Yucun Lepa

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi NTT telah menetapkan tahun 2016 ini sebagai tahun konsolidasi partai hingga di tingkat ranting dan anak ranting, termasuk pemenuhan kuota 30 persen perempuan dalam struktur kepengurusan partai di tingkat manapun.

    Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa kepada wartawan di Kupang, Kamis (18/2) menjelaskan, program yang dijalankan tahun 2016 itu sejalan dengan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB yang digelar di Jakarta pada 5- 7 Februari 2016 lalu dengan tema “Holopis Kuntul Baris.” Tema tersebut mengajak semua anak bangsa terutama kader dan simpatisan PKB untuk bersatu padu membangun bangsa.

    Yucun menyebutkan sejumlah agenda politik nasional dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum mukernas dimaksud. Agenda politik yang dibahas antara lain, konsolidasi partai untuk memperkuat eksistensi PKB. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015 lalu dan menyusun strategi untuk hajatan politik ke depan yakni pilkada gubernur dan kabupaten/kota yang digelar pada tahun 2017 dan 2018, pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2019.

    Selain itu, lanjut anggota DPRD NTT ini, mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan fraksi PKB di DPR RI untuk melakukan evaluasi terhadap peran dan fungsi DPD RI. Jika fungsi dan peran yang dimainkan selama ini tidak diperkuat, sebaiknya DPD RI dibubarkan saja. Pasalnya, selama ini DPD juga menjalankan fungsi sebagaimana dijalankan DPR RI yakni fungsi pengawasan, anggaran danlegislasi.

    “Sebagai senator, DPD RI harus diberi ruang yang cukup untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah yang diwakili. Jika fungsidan peran tidak diperkuat, sebaiknya dibubarkan saja dan diserahkan
    sepenuhnya ke DPR RI, apalagi DPD RI juga punya kecenderungan untukstudi banding ke luar negeri,” kata Yucun.

    Wakil rakyat asal daerah pemilihan Sikka, Ende, Nagekeo dan Ngada ini menyampaikan, forum mukernas tersebut merekomendasikan agar pemilu gubernur (Pilgub) dipilih oleh DPRD Provinsi. Pertimbangannya, selainmenghemat biaya, gubernur merupaka perpanjangan tangan pemerintahpusat di daerah. Sementara otonomi daerah (Otda) ada di tingkat kabupaten dan kota.

    Rekomendasi lainnya, papar Yucun, mendorong pemerintah agar dalam arah pembangunan nasional, mengedepankan asas keadilan dan pemerataan tanpa ada dikotomi. Namun yang paling penting adalah pemerintah harus memberi perhatian lebih terhadap wilayah Timur Indonesia yang riak
    pembangunannya masih lebih terbelakang dari wilayah lainnya. “Untuk agenda pileg, PKB sudah nyatakan untuk tampil sebagai pemenang, sedangkan pilpres 2019, PKB siap memenangkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai presiden,” tandasnya.

    Dia menambahkan, untuk NTT ada sejumlah agenda yang akan dijalankan menyikapi hasil mukernas pada 5- 7 Februari 2016 di Jakarta. Selain konsolidasi, partai memberi perhatian yang lebih terhadap pelaksanaan pilkada bupati dan wakil bupati serta pilgub yang digelar pada tahun 2017 dan 2018.

    Terkait hal ini, PKB lebih memprioritaskan kader partai yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk maju dalam hajatan pesta demokrasi dimaksud. “Kita ingatkan kepada semua kader partai, berada di partai bukan menjadi pekerja politik tapi harus memiliki keberanian untuk memimpin daerah,” ujarnya.

    Sementara itu, untuk pileg, tahun 2016 ini sudah dimulai dengan melakukan penjaringan. Namun akan ada kegiatan kaderisasi yang digelar dua tempat, yakni pada Maret 2016 kegiatannya untuk partai di pulau Timor, Rote Ndao dan Sabu Raijua. Sedangkan pada Juli untuk kader
    partai di daratan Flores dan Lembata. Pada awal tahun 2017 mendatang, PKB NTT akan menggelar mukerwil . Salah satu agenda utama adalah menggodok daftar caleg pemilu legislatif 2019. Sehingga kader partai yang maju dalam pileg, sudah tahu berada di nomor urut berapa dan maju dari daerah pemilihan (Dapil) mana.

    “Dengan bekerja selama kurang lebih dua tahun, hasil yang dicapai bisa memuaskan dan target PKB memenangkan pileg bisa terwujud,” pungkasnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.