• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur NTT Ajak Perangi Radikalisme
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 19 Februari 2016 | 15:29 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Gubernur NTT Frans Lebu Raya

     

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET- Gubernur  Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengajak semua pihak untuk bersatu dan bergandeng tangan memerangi masuknya paham radikalisme di daerah ini.

    “Saya ajak semua pihak, mari kita bersatu dan bergandengan tangan mencegah masuknya radikalisme di NTT. Saya minta dengan serius agar kita menyikapi ancaman radikalisme,” kata Lebu Raya di Kupang, Jumat
    (19/2).

    Menyikapi ancaman radikalisme dimaksud, lanjut Lebu Raya, akan dibahas secara serius di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. Rapat yang akan digelar itu menghadirkan pemerintah provinsi dan jajaran Forkompimda Provinsi, para bupati dan walikota bersama masing-masing Forkompimda, tokoh agama, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

    Pada intinya, rapat tersebut untuk membangun koordinasi dengan semua unsur terkait agar paham radikalisme tidak masuk di NTT. “Kita harus cegah, jangan sampai paham radikalisme masuk di NTT. Kita harus serius menyikapi hadir dan berkembangnya paham radikalisme,” tandas Lebu Raya.

    Kepala Kesbangpol Linmas NTT, Sisilia Sona menyampaikan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) garis keras dan terlarang, pernah beraktivitas di lima daerah di NTT yakni Kabupaten Sikka, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Belu dan Kupang.

    Aliran Gafatar masuk di NTT awalnya tahun 2012. Pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadapkeberadaan dan aktivitas ormas dimaksud. Setelah dinyatakan sebagai ormas terlarang, barulah pada tahun 2014, semua pengikut ormas itu diusir dari Bumi Flobamoratas. Jumlah pengikut ormas yang diusir saat itu sebanyak 103 orang,” katanya.

    Dia menyampaikan, pengikut ormas Gafatar yan diusir itu, ada jugaorang NTT. Para pengikut tersebut kebanyak berasal dari desa-desa yag tertarik dengan kegiatan sosial yang dijalankan. Pola perekrutan anggota Gafatar dilakukan dengan berbagai metode, bergantung dengan target sasaran yang ingin direkrut, termasuk melakukan pendekatan melalui kerja-kerja sosial yang menarik simpati.

    Sisilia menyatakan, komitmen NTT sudah bulat pada akhir 2014 dalam rapat dengan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT bahwa keberadaan Gafatar tetap tidak diizinkan beraktivitas di NTT.

    Memang, kata dia, sebelum dilarang, pengurus Gafatar pernah beraudiens dengannya untuk meminta diberikan izin terdaftar. Permintaan itu tidak direspon karena pihaknya sudah mendapat informasi negatif dari masyarakat dan juga organisasi ini pengurusnya dari luar NTT.

    Saat audiens, tambahnya, pengurus Gafatar menyampaikan bergerak di bidang sosial, namun ternyata informasi yang diperoleh, Gafatar melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan, Pancasila dan UUD 1945.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.