• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rakyat Tidak Boleh Kekurangan Pangan
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 22 Februari 2016 | 13:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rakyat
    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

     

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Para bupati dan wali kota se-NTT diminta untuk memberi perhatian serius dalam menghadapi dampak el nino dan kemungkinan adanya ancaman rawan pangan. Apapun kondisinya, rakyat harus berkecukupan pangan sehingga mereka tidak kelaparan.

    Penegasan ini disampaikan Gubernur Frans Lebu Raya dalam sambutannya pada acara pelantikan sembilan pasangan bupati dan wakil bupati hasil pilkada serentak 9 Desember 2015 di Kupang, Rabu (17/2) pekan lalu.

    Menurut Lebu Raya, anomali cuaca berupa El Nino tentunya akan berdampak pada kemungkinan ancaman rawan pangan. “Saya minta para bupati dan walikota untuk memberi perhatian serius terhadap el nino dan pastikan bahwa rakyat berkecukupan pangan,” tandasnya.

    Pada kesempatan itu Lebu Raya menyampaikan, musim hujan belum berakhir. Dengan demikian curah hujan, baik dalam intensitas rendah maupun tinggi tentu masih saja mengguyur daerah ini. Karena itu, harus memberi perhatian akan kemungkinan terjadinya tanah longsor dan banjir atau bencana lainnya yang muncul akibat musim hujan dimaksud.

    Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno menyatakan, Pemerintah NTT harus menyikapi kondisi curah hujan yang sangat kurang dalam tahun 2015 dan anomali cuaca berupa El Nino di awal tahun 2016. Karena hal tersebut bisa berdampak pada krisis air bersih, gagal tanam dan gagal panen bagi daerah tertentu yang mengandalkan air irigasi untuk mengairi lahan pertanian.

    Menurutnya, langkah antisipasi dan penanganan terhadap kemungkinan terjadinya masalah irigasi, krisis air bersih dan gagal panen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya rawan pangan secara meluas.

    “Dewan minta pemerintah untuk intensif melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di seluruh wilayah NTT akibat kondisi curah hujan berkurang pada tahun 2015 dan anomali cuaca berupa el nino di awal tahun 2016,” pinta Anwar.

    Anggota DPRD NTT dari Fraksi Demokrat, Gabriel Suku Kotan menyampaikan, jika anomali cuaca berupa el nino berdampak luas, maka penanganan harus segera diambil. Pemerintah bisa memanfaatkan dana cadangan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak el nino agar gagal panen yang bermuara pada meningkatnya angka kemiskinan bisa ditekan.

    “Pemerintah harus menempatkan el nino sebagai langkah prioritas dalam memanfaatkan dana cadangan, sehingga masyarakat bisa terbantu,” ujar Suku Kotan.

    Anggota DPRD NTT dari Fraksi NasDem, Kasimirus Kolo menyampaikan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan dalam sepekan terakhir, khususnya di pesisir Selatan Pulau Timor, tanaman jagung milik masyarakat sudah mengering dan tidak bisa hidup karena kurangnya curah hujan.

    Karena itu, tambahnya, instansi terkait terutama Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) NTT untuk melakukan pendataan dan pemantauan menyeluruh terhadap dampak el nino tersebut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.