• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sabu Raijua Targetkan 2000 Hektar Tambak Garam
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 23 Februari 2016 | 17:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sabu
    Bupati sabu raijua, Marthen L.Dira Tome

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tengah berupaya mengembangkan pengolahan garam di daerah itu. Ditargetkan untuk lima tahun kedepan, luas lahan garapan garam akan mencapai 2000 hektare.

    Hal ini disampaikan Bupati Sabu Raijua, Marten Luther Dira Tome kepada wartawan di Kupang, Senin  (22/2).

     

    "Saat ini lahan garapan garam sudah mencapai 180 hektare, sehingga cita-cita kami untuk lima tahun kedepan akan mencapai dua ribu hektar," kata Marten.

    Menurut Marten, angka pengangguran di Kabupaten Sabu Raijua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat tinggi. Dengan demikian pemerintah perlu memberikan solusi guna menekan angka penggangguran.

    Marten mengatakan, angkatan kerja bertumbuh dengan mekar, sementara lapangan kerja sangat sedikit, karena itu pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan. Ia pun bertekad terus mengembangkan pengelolaan garam di daereh tersebut guna menyerap banyak tenaga  kerja.

    "Jika ada dua ribu hektar lahan garapan garam maka dibutuhkan dua puluh ribu tenaga kerja yang akan diterima bekerja di sabu Raijua," katanya.

    Ia menyampaikan, dengan adanya tambak garam maka persoalan angka pengangguran dapat ditekan, kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Selain itu, dapat mendongkrak pendapatan aset negara di Sabu Raijua.

    Ia mengungkapkan, pabrik pengolahan garam beryodium sudah dilakukan dengan garap-garapan sapi yang mana dalam sehari olahannya mencapai 45 ton. Dengan demikian, ia berkeyakinan garam dari Sabu Raijua dapat memenuhi kebutuhan garam di wilayah Indonesia Timur.

    “Pengembangan garam di Sabu Raijua ini akan memenuhi kebutuhan garam di wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.

    Program lainnya, lanjut Marten yakni mendorong program rekayasa genetik lontar. Dengan merekayasa genetik lontar, maka pohon lontar yang tinggi bisa dijadikan lebih pendek sehingga memudahkan dalam proses penyadapan nira.

    “Bila menghasilkan nira yang banyak bisa diolah menjadi minuman keras lokal, gula semut, cuka dan lainnya.” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.