• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ranperda Masyarakat Hukum Adat Dikhawatirkan Gagal
    ALEX | Rabu, 02 Maret 2016 | 11:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ranperda
    Ketua Badan Legislasi DPRD Ende Johanes Pela

     
    ENDE, FLOBAMORA.NET - Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD Ende tentang pengakuan Masyarakat dan Hukum Adat dikhawatirkan akan gagal menjadi sebuah Peraturaan Daerah.

    Hal ini dapat dilihat dalam Sidang I Paripurna,Senin (29/2) kemarin tidak dibacakannya Nota Penjelasan terkait dengan Ranperda tersebut oleh tim penginisiatif DPRD Ende khususnya Komisi I.

    Seperti yang disaksikan, ketika pimpinan Sidang yakni Wakil Ketua DPRD Ende Erikos Emanuel Rede yang di dampingi Fransiskus Taso mempersilahkan tim penginisiatif memberikan laporan Nota Penjelasan terkait Ranperda Pengakuan Hak Masyarakat dan Hukum Adat tidak ada yang maju mewakili tim penginisiatif untuk melaporkan itu. Hal ini menjadi tanda tanya besar dan menjadi kekhawatiran Ranperda ini tidak bisa dinaikan menjadi Perda.

    "Kita akhirnya memutuskan Laporan terkait Nota Penjelasan Ranperda ini kita pending untuk selanjutnya dibahas pada sidang berikutnya," kata Erikos.

    Sementara itu aanggota DPRD Ende Philipus Kami yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Nusa Bunga tidak mau berkometar banyak soal tidak dibacanya nota penjelasan.
    Ia mengatakan mungkin karena kesibukan anggota DPRD sehinggaa belum ada waktu untuk duduk bersama.

    "Saya tidak mau komen banyak alasan mengapa belum diberi penjelasan pada sidang I ini. Soal trik untuk tidak menggoalkan Raperda ini tolong di konfirmasi langsung ke anggota DPRD yang masuk dalam Tim inisiatif," kata Kami.

    Sementara itu Ketua Badan Legislasi DPRD Ende Johanes Pela  mengatakan tidak benar ada yang ingin menghambat atau menyabotase agar Ranperda ini tidak dibahas dan dijadikan Perda Inisiatif.

    Ia mengatakan karena kesibukan, dan perlu pembahasan yang lebih mendalam dan lebih ilmiah  maka ini menjadi alasan mengapa tidak dibahas.

    "Tidak ada trik,rencana untuk gagalkan Ranperda ini. Karena ini merupakan inisiatip DPRD maka secara moral dan etika kita harus jadikan sebuah Perda" sebut John.

    Dia mengatakan, sebagai salah satu anggota dari penginisiatif Perda ini maka, disebutkan Ranperda ini harus dibahas secara hati.

    Anggota DPRD dari fraksi Golkar ini mengatakan, kehati-hatian perlu dilakukan karena ada ratusan komunitas adat yang ada di Kabupaten Ende ini. Bagaimana sebutnya, bisa menyatukan semua itu. Karena itu butuh waktu sehingga pada waktu Sidang I ini, tim penginisiatif belum melakukan pelaporan terkiat Nota Penjelasan dari Ranperda ini.

    Dia lebih jauh mengatakan dipastikan pada Sidang ke II berikutnya sudah dipastikan akan dilakukan nota penjelasan terhadap Ranperda Masyarakat dan Hukum adat.

    Untuk diketahui isu yang beredar diluar mengatakan ada upaya dari sementara anggota DPRD Ende untuk menggagalkan Ranperda tersebut. Karena itu berbagai trik dimainkan untuk tidak meloloskan Ranperda ini. Hal ini dibuktikan dengan tidak dibacakan Nota Penjelasan Ranperda tersebut.

    Ketua Badan Legislasi ini membantah jika ada yang menghalangi-halangi pembahasan ranperda itu. Karena menurutnya cuma soal waktu dan dengan adanya pertimbangan lainnya yakni kesibukan anggota penginisiatif, dan juga Ranperda ini harus dibahas lagi secara lebih hati-hati. Nota penjelasan yang dibacakan saat Paripurna I yakni Ranperda Penanggulangan HIV dan AIDS,  Ranperda CSR dan Ranperda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.