• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    `Misteri Tenda` di dalam di Gorong-gorong
    ANA DEA | Sabtu, 05 Maret 2016 | 07:14 WIB            #NASIONAL

    `Misteri
    Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mendatangi lokasi gorong-gorong yang ditemukan kulit kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Polisi datang melakukan pemeriksaan. Kamis (3/3/2016)

     

    JAKARTA - Penelusuran yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya, Jumat (4/3/2016), menemukan benda-benda yang diduga milik sindikat pencuri kabel di dalam gorong-gorong sekitar Monumen Nasional (Monas).

    Hal tersebut dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono sebagaimana dikutip Warta Kota.

    Mujiyono mengatakan, alat-alat tersebut ditemukan setelah pihaknya menelusuri gorong-gorong sejauh 150 meter.

    Benda-benda yang ditemukan antara lain terpal, lampu kepala, dan tali rafia. Benda-benda tersebut ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi polisi masuk di halaman Monas. 

    Terpal itu diduga dipakai pelaku untuk tidur atau membuat semacam tenda untuk beristirahat di dalam gorong-gorong.

    Selain itu, polisi juga menemukan tali rafia panjang yang diduga dipakai pencuri untuk menggantung baju-baju. Juga ditemukan lampu kepala yang masih berfungsi. 

    Sindikat Pencuri

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menengarai kulit kabel yang menumpuk di gorong-gorong berkait dengan kegiatan sindikat pencuri kabel PLN.


    Ia menceritakan, pada tahun 2015, ada empat tersangka yang diamankan Polsek Metro Gambir terkait sindikat pencurian kabel.

    "Pemulung-pemulung yang masuk ke gorong-gorong itu dan mengambil batangan, mereka kupas kabel-kabel PLN tadi, kemudian batangan logamnya diambil, gulungan pembungkus kabelnya ditinggal," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

    Menurut Tito, tembaga yang diambil oleh para sindikat pencuri kabel tersebut mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.

    Kira-kira, satu kilogram tembaga dijual seharga Rp 40.000. Sindikat menjualnya dalam potongan-potongan sepanjang satu meter.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.