• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Jalan Pantura Flores Nasibmu Kini
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 06 Maret 2016 | 13:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Jalan
    Salah satu ruas jalan pantura Flores. Foto: kupang.tribunnews.com

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Di era 80-an, jalur transportasi Pantai Utara (Pantura) Flores disulap begitu cepat, mulai dari ujung Timur, Kabupaten Flores Timur sampai Reo, Kabupaten Manggarai. Dengan dibangunnya jalur jalan dimaksud, masyarakat lebih memilih jalur pantura sebagai alternatif ketika hendak bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Bahkan angkutan umum pun, sering memakai jalur Pantura. Selain kondisi jalannya bagus, tapi waktu tempuh menjadi lebih cepat karena jarak antar daerah lebih singkat.

    Kondisi itu berubah drastis ketika gempa bumi tsunami melanda Flores terutama wilayah Utara Flores pada tahun 1992. Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter (SR), selain menelan ribuan korban jiwa, tapi juga memporakporandakan bangunan, baik milik umum maupun masyarakat.

    Tidak hanya itu, sejumlah titik ruas jalan di Pantura Flores rusak parah bahkan sebagiannya hilang karena digenangi air laut setelah jalannya putus.

    Agar arus transportasi di wilayah Pantura tetap normal, maka pemerintah mengambil langkah cepat untuk menanganinya. Misalkan, di titik yang tidak bisa lagi digunakan karena sudah digenangi air laut, digeser ruas jalannya. Namun tidak diikuti dengan model pengerjaan yang diyakini bisa bertahan lama. Pasalnya, pengerjaan waktu itu lebih dimaknai sebagai bagian dari tindakan emergency kebencanaan.

    Kondisi miris yang terjadi saat itu, semakin diperparah dengan tidak adanya kepastian status jalan trans Utara Flores. Pemerintah NTT tidak memiliki kemampuan anggaran yang cukup untuk menangani ruas jalan dimaksud. Sedangkan pemerintah pusat pun tidak bisa menjadikan sebagai jalan nasional, karena sudah ada jalan nasional di wilayah Selatan Flores. Karena prinsip jalan nasional adalah, satu pulau tidak boleh lebih dari dua jalur.

    Angin segar kini datang, dimana pemerintah pusat menetapkan trans Utara Flores sebagai jalan strategis nasional. Itu artinya, sumber dananya berasal dari APBN. Diharapkan, mobilitas barang dan orang di wilayah Pantura Flores kembali lancar sebagaimana yang terjadi ketika trans utara pulau itu dibuka.

    Anggota Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Patris Lali Wolo meminta pemerintah pusat untuk segera menangani kerusakan ruas jalan Trans Utara Flores yang sebagiannya putus akibat diterjang banjir dan abrasi beberapa waktu lalu. Segera mobilitas barang dan orang yang menggunakan ruas jalan strategis nasional itu kembali normal.

    Sudah cukup lama Trans Utara Flores dalam kondisi rusak parah. Sehingga tidak heran, ketika curah hujan di wilayah itu cukup tinggi diserati banjir dan longsor ditambah lagi dengan abrasi, sejumlah titik ruas jalan putus. Kejadian beberapa waktu lalu menunjukkan betapa parahnya kondisi ruas jalan di Trans Utara Flores. Putusnya sejumlah titik ruas jalan mengakibatkan lumpuhnya pereknomian di wilayah tersebut. Apalagi jalur tengah di sekitar kilometer 17 Ende-Maumere macet akibat longsor.

    “Putusnya ruas jalan dimaksud mengakibatkan mobilitas barang dari pelabuhan Laut Lorens Sai menjadi terkendala. Dampak ikutannya, adalah inflasi pasti akan meningkat karena harga barang menjadi tinggi,” kata Patris di Kupang, Sabtu (5/3)

    Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini berargumen, jika ruas jalan yang putus saat ini tidak segera ditangani, maka kerusakan akan lebih parah lagi mengingat musim hujan belum berakhir. Selain itu, ancaman gelombang pasang akibat anomali iklim turut menambah rusaknya ruas jalan Pantura Flores. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di sepanjang wilayah Pantura Flores, sudah pasti terisolasi karena tidak ada angkutan umum yang melintasinya.

    Patris menyatakan, mengingat jalur Pantura Flores statusnya adalah jalan strategis nasional, kewenangan penanganannya berada di pemerintah pusat. Jika pemerintah tidak menginginkan masyarakat terisolasi dalam jangka waktu yang lama, maka pemerintah pusat harus segera mengalokasikan anggaran dari APBN Perubahan 2016. Alokasi dana yang cukup sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah jalan guna menggerakkan ekonomi masyarakat Flores umumnya.

    “Kalau menunggu APBD Perubahan terlalu lama, anggaran untuk penuntasan masalah jalan Pantura Flores bisa mendahuluinya, dengan pertimbangan untuk kepentingan publik,” ujar Patris.


    Dia menambahkan, tidak hanya mobilitas barang dari pelabuhan Lorens Sai Maumere ke wilayah Barat Pantura Flores, tapi komoditas pertanian dan perkebunan yang hendak diantarpulaukan melalui pelabuhan peti kemas dimaksud.

    Pasalnya, komoditas masyarakat seperti kemiri, kakao dan kopra, selalu menggunakan pelabuhan Lorens Sai untuk diantarpulaukan. Untuk itulah, pemerintah pusat diminta lebih serius dan cepat untuk menangani jalur Pantura Flores yang saat ini dalam kondisi rusak parah.

    Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno menyampaikan, Komisi IV akan turun ke Pantura Flores untuk memantau kondisi ruas jalan terutama yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

    Hasil pemantauan itu akan dibuat sebagai rekomendasi kepada pemerintah untuk segera menangani ruas jalan yang rusak dimaksud. Tapi yang paling penting, instansi teknis harus segera turun untuk membuka jalan alternatif agar arus transportasi ke dan dari wilayah Pantura Flores kembali normal.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.