• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 01 April 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Kisah Nelson Mandela dengan Bocah Yahudi
    ANA DEA | Rabu, 11 Desember 2013 | 12:19 WIB            #INTERNASIONAL

    Kisah
    Dokumen Web

     

    Johannesburg - Almarhum Nelson Mandela (mantan presiden Afrika Selatan) dikenal sebagai sosok yang merakyat. Hal itu dibuktikan dalam cerita dari seorang pria Yahudi Afsel, Craig Joseph.

     

    Saat Joseph berumur 12 tahun, dia nekat mengundang Mandela datang ke acara Bar Mitzvah untuknya. Bar Mitzvah merupakan perayaan untuk anak laki-laki Yahudi yang sudah memasuki usia dewasa.

     

    Anggota keluarganya menertawakan ide Joseph. Namun, Joseph tetap mengirimkan undangan ke Mandela dengan bantuan neneknya, Shirley Lewis.

     

    "Saya memintanya untuk tidak bilang ke siapa pun kita mengundang Mandela. Orang-orang akan menganggap kita gila," ujar Lewis mengenang kisah tersebut, seperti dikutip CTV News, Selasa (12/10/2013).

     

    Tidak disangka-sangka, Mandela ternyata bersedia datang. Ajudan Mandela menelepon Joseph untuk mengatakan tokoh anti-apartheid itu akan berkunjung selama 45 menit.

     

    "Semua orang berteriak ketika dia benar-benar datang. Dia lalu dikerumuni para tamu yang ingin mengajaknya berfoto," tutur Joseph.

     

    Lewis mengaku menangis saat melihat Mandela. Dia lalu berterima kasih kepadanya karena telah membuat hari Bar Mitzvah cucunya menjadi hari yang istimewa.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.