• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 02 Desember 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Mataloko Hasilkan Energi Panas Bumi 65 MW
    ALBERTO | Senin, 24 Februari 2014 | 11:29 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Mataloko
    Genaral Manajer PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Sumber panas bumi Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menghasilkan energi panas bumi sebesar 65 MW.Dengan kekuatan ini mampu memenuhi kebutuhan listrik di seantero Flores.

    General Manajer PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur kepada wartawan di Kupang, Senin (24/2) mengatakan, sejak 2004 terpasang 2,5 MW  namun  baru digunakan 1,8 MW. Karena rusak pada sebagian peralatan, PLTP Mataloko tidak  digunakan lagi secara maksimal. Ternyata, setelah ditelusuri, kualitas gas yang keluar dari dua sumur yang ada tidak memenuhi sarat dalam menggunakan pembangkit listrik.

    "Yang keluar justru zat sulfur atau tingkat keasamannya sangat tinggi, sehingga menimbulkan korosi, yang megakibatkan rusaknya turbin," katanya.

    Menurutnya, Mataloko secara teknis sudah tidak bisa operasi. PLN telah menugaskan anak perusahaannya PJPS untuk melakukan investigasi terhadap permasalahan tersebut, apakah masih bisa dipakai lagi atau bukan. Kalau toh, mau dipakai lagi, harus dibor sumur baru sehingga menghasilkan gas untuk tenaga listrik. 
     
    Kata dia, Tahun 2013 lalu direncanakan dipasang 5 MW diawali dengan proses pelelangan untu mencari kontraktor pengelola PLTP Mataloko.

    Menurut Safkaur, proses yang  digalang sejak 2004  ini belum memenuhi ketentuan juridis formal sehingga dibutuhkan proses yang  benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

    "Proses tersebut atas inisiatif Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan Dan Proses Konservasi Energi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang menguasai Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP)  Panas Bumi Mataloko," ujarnya.

    Menurut Safkaur, Pemanfaatan panas bumi untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi yang ada, dimana pengembangan energi panas bumi baru mencapai 1.226 MW atau sebesar 4,2%  dari potensi yang ada, dimana kapasitas terpasang ini semuanya di-supply dari PLTP era sebelum terbitnya UU No. 27/2003.

    Dia menjelaskan, sementara potensi panas bumi 29.215 MW, terdiri dari sumber daya 13.195 (spekulatif, 8.231 MW dan hipotesis 4.964) dan  cadangan 16.020 MW  (terduga, 12.909; mungkin 823 dan terbukti 2.288).

    "PLN secara bertahap telah membangun transmisi dari Ende - Labuan Bajo ke arah Flores Bagian Barat.Secara sistem akan dibangun gardu induk di Mataloko dan Bajawa, dan Ulumbu," jelasnya.

    Langkah tersebut, lanjutnya, untuk membangun interkoneksi antara PLTU Ropa, Ende dengan PLP Ulumbu di Manggarai, sehingga depan untuk sebagian wilayah Flores Bagian Barat mendapatkan pasokan listrik dari kedua pembangkit listrik tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.