• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 12 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Kampanye Ricuh, Donald Trump Salahkan Bernie Sanders
    ANA DEA | Senin, 14 Maret 2016 | 19:56 WIB            #INTERNASIONAL

    Kampanye
    ernie Sanders (kiri) dan Donald Trump (kanan) ialah kandidat favorit dari partainya masing-masing. BBC

     

    Situasi politik di Amerika Serikat mulai memanas menjelang Pemilihan Presiden AS 2016. Kericuhan terkait Pilpres AS terjadi di Chicago, Minggu (13/3/2016).

     

    Perkelahian pecah di antara pendukung dan penentang salah satu kandidat, Donald Trump, sebelum polisi membubarkan kerumunan massa.

     

    Polisi telah menangkap lima orang tersangka akibat perkelahian itu.

     

    Saat peristiwa itu terjadi, sejumlah demonstran penentang Donald Trump terlihat ada yang membawa atribut Bernie Sanders, salah satu kandidat yang diusung Partai Demokrat.

     

    Donald Trump yang merupakan salah satu calon dari Partai Republik pun menyalahkan Bernie Sanders. Trump menuduh Sanders melakukan "gangguan terencana" untuk membatalkan kampanyenya di Chicago.

     

    Ketika berkampanye hari Sabtu di Cleveland, Ohio, Trump mengejek Bernie Sanders, senator dari Vernmont, dengan sebutan "teman komunis kita".

     

    "Dari mana orang-orang ini berasal?", tanya Trump. "Mereka adalah pendukung Bernie. Hei Bernie, keluarkan orang-orang Anda dari massa saya".

     

    Trump mengeluhkan demonstrasi di Chicago yang menurutnya "dilakukan secara profesional". Dia juga menuduh para demonstran itu melarangnya melaksanakan hak untuk bicara secara bebas sesuai Amandemen Pertama Konstitusi Amerika.

     

    Sanders menyangkal bahwa tim kampanyenya yang mengatur demonstrasi itu. Dia kemudian menyalahkan retorika kasar Trump sebagai hal yang memprovokasi serangan oleh pendukung Trump.

     

    "Apa yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam kampanye Trump adalah karena seorang kandidat yang mempromosikan kebencian dan perpecahan terhadap warga Amerika Latin, warga Muslim, kaum perempuan dan difabel, dan serangan-serangan terhadap legitimasi Presiden Obama," ujar Sanders.

     

    Sebelum mengumumkan pencalonan dirinya, Trumpmemang cenderung menyuarakan sikap yang dianggap anti-imigran dan anti-Muslim.

     

    Trump juga berkeras bahwa Obama tidak dilahirkan di Amerika, memalsukan akte kelahirannya dan tidak layak menjadi presiden.

     

    Ucapan Sanders mendapat dukungan dari rekannya di Partai Demokrat yang juga pesaingnya sebagai kandidat presiden, Hillary Clinton.

     

    Mantan menteri luar negeri itu menuduh bahwa retorika kampanye Donald Trump "berbahaya" dan mengajak para pemilih untuk menolak "arus bullying, cercaan dan kefanatikan".

     

    "Jika Anda bermain api, Anda akan memicu kebakaran yang tidak bisa dikendalikan", ujar Clinton kepada para tenaga kampanye sukarela di Saint Louis.

     

    Presiden Barack Obama juga ikut bersuara. Obama mengkritisi kerusuhan dalam kampanye Trump di Chicago dengan mengatakan kandidat-kandidat yang bertarung untuk menjadi presiden seharusnya lebih memusatkan perhatian untuk menjadikan Amerika lebih baik.

     

    "Tidak melakukan penghinaan, ejekan dan rekayasa fakta, tidak memecah belah berdasarkan agama dan ras, dan tentu saja tidak melakukan aksi kekerasan terhadap sesama warga Amerika," ujar Obama.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.