• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pembangunan Jembatan Palmerah Jadi Percontohan di Indonesia
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 21 Maret 2016 | 11:47 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pembangunan
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W.Koreh

     

    Kupang, Flobamora.net - Pembangunan jembatan Pancasila Palmerah di kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi percontohan di tanah air, karena pertama kali menerapkan ketentuan sesuai Peraturan Pemerintah No 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

     

    Hal tersebuit disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W. Koreh, Senin (21/3), sehubungan dengan rencana pembangunan jembatan tersebut oleh investor dari negeri Belanda.  

     

    Menurutnya, pemerintah dan semua komponen masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) seharusnya berbangga dan mendukung rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Flores Timur yang memanfaatkan arus laut untuk menghasilkan energi listrik.

     

    “Ada empat alasan mendasar mengapa jembatan Pancasila Palmerah layak di bangun yaitu ada potensi arus laut, ada kebutuhan energi, ada teknologi untuk memanfaatkan potensi serta ada investor yang mau berinvestasi,” katanya.

     

    Proyek jembatan Pancasila Palmerah, sambung Andre akan menjadi percontohan di tanah air, karena pertama kali menerapkan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

     

    “Masyarakat seharusnya bangga, karena bila jembatan ini berhasil dibangun, akan menjadi percontohan nasional dalam menetapkan berapa biaya energi listrik dari arus laut yang belum ada sampai sekarang,“ jelasnya.

     

    Berkaitan dengan kontroversi penolakan terhadap rencana pembangunan jembatan Palmerah dengan alasan lebih baik memperbaiki jalan sangat tidak tepat karena tidak ada korelasinya. Apalagi, pemikiran untuk mengalihkan dana pembangunan Jembatan ke pembangunan jalan, karena ini dana investasi milik investor.

     

    “Saya harus katakan di sini, tidak ada korelasi bangun jembatan dengan kondisi jalan. Ini dana investasi, jadi kita tidak bisa meminta investor untuk membangun jalan di NTT yang tidak berbayar, karena hanya jalan tol yang berbayar,“ paparnya.

     

    Dia menuturkan, rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah saat ini sudah menjadi pembahasan di tingkat Pemerintah Pusat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi  akan terus mendorong agar bisa segera terealisasi tahun 2016 ini dengan kegiatan groundbreaking yang ditargetkan pada 13 Desember mendatang.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.