• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 22 Maret 2016 | 12:16 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Tingkatkan
    Salah seorang calon tenaga kerja saat mengikuti pelatihan di Balai latihan Kerja Dinas Nakertrans Provinsi NTT

     

    Kupang, Flobamora.net - Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih menghadapi persoalan serius menyangkut ketenagakerjaan. Terbatasnya lapangan kerja di daerah ini, mendorong calon tenaga kerja memilih bekerja di daerah lain atau luar negeri.

     

    Bicara tentang ketenagakerjaan berarti bicara tentang pelakunya. Fungsi ketenegakerjaan sangat erat kaitannya dengan  pelatihan, penempatan, pengawasan dan perlidungan. sebelum calon tenaga kerja bekerja di luar daerah atau luar negeri. Tidak bisa dipungkiri, jika yang dituntut dari seorang calon tenaga kerja  adalah keterampilan.

     

    “Keterampilan itu diperoleh dari magang dan pelatihan. Tanpa itu,  tenaga kerja tidak punya produktivitas dan cenderung tidak dihargai. Kaitan dengan penyiapan keterampilan tenaga kerja, pemerintah punya BLK  yang setiap waktu siap memberikan pelatihan,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Paul P.Kedang di Kupang, Selasa (22/3) .

     

    Di tahun 2016 ini ada sekitar 20-an  paket pelatihan seperti menjahit, otomotof roda dua,, meubeler, las listrik, prosesing pengolahan pangan dan tata arias. Selain oleh pemerintah, pelatihan juga dilakukan lewat sebuah kerja sama dengan pihak ketiga, dimana dananya dari pemerintah dikelola oleh lembaga pelatihan swasta. Tahun itu ada empat paket dari APBD yang dikerjasamakan  yakni di Sumba Barat Daya, Ende dan Manggarai.

     

    Mengapa pelatihan itu penting? Untuk bekerja ke luar negeri pun calon tenaga kerja harus punya keterampilan dan kompetensi. Ini , sesuai ketentuan UU Nomor 39 tahun 2004, yang menggarisbawahi, tenaga kerja yang akan ditempatkan di luar negeri harus mengikuti proses pelatihan terlebih dahulu.

     

    Tentunya, pelatihan yang diberikan itu sesuai regulasi yang ada, dilatih oleh Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Swasta (PPTKIS) yang memenuhi persyaratan dan yang punya Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN).

     

    Kendati demikian, realita membuktikan, tidak semua PPTKIS yang beroperasi di NTT miliki BLK. Memang ada regulasi yang memberi ruang  kepada PPTKIS untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam memberikan pelatihan. Sejauh ini, ada perusahaan yang benar-benar mengikuti ketentuan regulasi, tetapi ada pula yang nakal sehingga  calon tenaga kerja yang dikirim minim keterampilannya bahkan tidak sama sekali atau seperti mengirimkan botol kosong.

     

    “Dalam kaitan dengan aspek keterampilan, sesuai regulasi yang ada, calon TKI juga bisa dilatih di BLK pemerintah, yang terpenting punya fasilitas. Lalu muncul wacana bagaimana PPTKIS memanfaatkan BLK milk pemerintah melatih calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri,” ujarnya.

     

    Paul yang pada tahun 2010 lalu dipercayakan sebagai Kepala UPT Balai Latihan Kerja, punya program membawa BLK tidak hanya melatih tenaga kerja yang akan bekerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Itu karena ada regulasinya.”Waktu itu kami mengusulkan adaanya peralatan untuk mendukung pelatihan penatalaksanaan rumah tangga. Konsep kita, anak-anak NTT sebelum dikirim ke luar negeri dilatih dulu di BLK,” paparnya.

     

    Selanjutnya, Tahun 2013, beberapa ruangan coba didesain seperti kamar hotel atau ruangan keluarga. Ini bertujuan, memberikan pemahaman kepada calon TKI agar sudah akrab dengan peralatan rumah tangga yang akan mereka hadapi saat bekerja. Pelatihan tentang penatalaksanaan rumah tangga sudah dimulai tahun lalu.

     

    Paul sendiri punya pemikiran, jika calon TKI punya keterampilan, selain mereka sudah terbiasa dengan kondisi yang ada, mereka juga akan dihargai sesuai keterampilan atau kemampuan yang mereka miliki. Saat ini juga sedang diwacanakan kerja sama dengan PPTKIS.

     

    Menyangkut sistem pengawasan kepada PPTKIS, menurut dia, Dinas Nakrertrans laksanakan pada saat mengajukan permohonan izin, dilakukan verifikasi lapangan agar bisa mengetahui keberadaan perusahaan tersebut dan secara rutin dikunjungi untuk memantau keberadaannya. Bahkan hingga tahun 2016 ini ada sekitar 42 PPTKIS yang dibekukan disamping ada sekitar 52 PPTKIS yang masih beroperasi dengan tiga PPTKIS yang berkantor pusat di Kupang.

     

    “Kedepan kita ingin meningkatkan kualitas tenaga kerja baik yang akan bekerja ke luar negeri maupun dalam negeri. Kita akan optimalkan BLK baik milik swasta maupun pemerintah. Di Kupang ada tiga perusahaan punya BLK sendiri,” katanya.

     

    Untuk menguatkan kapasitas anak-anak NTT, Dinas  Nakertrans juga sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah Jatim untuk mengirimkan penguji ke NTT guna menguji keterampilan calon-calon tenaga kerja sebelum dikirim ke luar negeri. Ini adalah sebuah tantangan tersendiri,  karena kedepannya yang boleh dikirim bekerja adalah mereka  yang punya kompetensi dan miliki sertifikat kompetensi.

     

    Adalah sangat keliru jika ada yang mengatakan, Dinas Nakertrans bertugas mengirim tenaga kerja bekerja ke luar negeri. Tugas institusi ini adalah memberikan rekomendasi perizinan,  meneribitakan SPR dan pembinaan terhadap PPTKIS.

     

    “Kewenangan Dinas Nakertrans sangat terbatas. Soal berapa banyak naker yang dikirim ke luar negeri ada di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI). Data akurat ada di BP3TKI. Kami hanya bisa mengeluarkan surat perintah rekrut (SPR), tetapi SPR sangat rentan penipuan karena kita tidak tahu berapa naker yang dikirim ke luar negeri. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.