• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Iptek
     
    lmuwan Berhasil Bikin Kumpulan Gen yang Bisa Hidup
    ANA DEA | Sabtu, 26 Maret 2016 | 08:00 WIB            #IPTEK

    lmuwan
    Ilustrasi kerja ilmuwan (Foto: Thinkstock)

     
    Ilmuwan Amerika Serikat (AS) kini telah berhasil membikin genom (kumpulan gen) terkecil yang bisa hidup. Genom ini terdiri dari gen-gen dasar yang diperlukan bagi organisme untuk berfungsi dan bereproduksi sendiri.

    Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (26/3/2016), ini adalah langkah besar menyibak misteri bagaimana kehidupan diciptakan. Genom sintetis dari bakteria ini punya julukan JCVI-syn3.0. Bakteri bikinan manusia ini hanya terdiri dari 473 gen, bandingkan dengan yang dipunya manusia, yakni terdiri dari 20.000 gen.

    Pimpinan penelitian ini, Craig Venter, adalah orang pertama yang bisa menguraikan kode genom manusia. Selain Craig Venter, ada pula Clyde Hutchinson yang memimpin penelitian ini.

    Meski begitu, tim ilmuwan ini belum menentukan fungsi dari 149 gen alias sepertiga dari total gen-gen yang mereka gabungkan itu. "Tugas pertama para investigator adalah menyelidiki aturan main gen-gen ini. Tugas ini menjanjikan pemahaman baru atas dasar kehidupan biologis," kata Chris Voigt, ahli biologi sintetis dari Massachusetts Institute of Technology yang tak berpartisipasi dalam penelitian itu.

    Sejumlah gen potensial yang berkesesuaian telah ditemukan di organisme lain. Ini mendorong mereka untuk mengkode protein universal dengan fungsi yang sampai sekarang masih belum bisa dipastikan.

    Para peneliti itu menggunakan proses tes rancangan untuk mengidentifikasi gen quasi-esensial (gen yang sebenarnya tidak punya peran penting). Gen quasi-esensial itu dibutuhkan untuk pertumbuhan yang sehat, namun bukan untuk kehidupan.

    Studi ini dipublikasikan pada jurnal 'Science' edisi Kamis (24/3). Melalui serangkaian eksperimen, mereka mencapai genom sintetis yang tereduksi, dibikin sekecil mungkin untuk menjamin tak ada lagi gen yang bisa mengacaukan genom ini.

    Langkah Penting

    "Satu-satunya  cara untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang hidup adalah dengan cara mendapatkan genom paling minimal," kata Craig Venter melalui telekonferensi.

    "Mungkin satu-satunya jalan untuk melakukan itu adalah mencoba mensintesiskan (membikin -red) sebuah genom," imbuh Venter.

    Craig Venter, saat di Capitol Hill, Washington, 27 Mei 2010 (Mark Wilson/Getty Images/AFP)
    Usaha ini mengantarkan ilmuwan kepada Mycoplasma, yakni bakteri dengan sel genom terkecil. Mycoplasma dapat mereplikasi (menggandakan) dirinya sendiri secara otonom.

    "Bila Anda tak tahu apapun soal pesawat terbang dan Anda sedang melihat Boeing 777, dan Anda cuma mencari tahu fungsi bagian-bagian pesawat itu dengan cara mengurainya, dan anda mempreteli mesinnya dari sayap kanan, pesawat itu masih bisa terbang dan mendarat," kata Venter mencoba menjelaskan dengan analogi.

    "Jadi mungkin Anda mengatakan ini adalah komponen yang tidak penting, dan Anda tak benar-benar menemukan hal yang paling esensial sampai anda mempreteli (mesin pesawat) yang satunya lagi. Dan itulah yang terjadi, lagi dan lagi, pada biologi saat kami akan mendapati komponen yang non-esensial, sampai pada saat kita mempreteli pasangannya," kata Venter.

    Pada satu penemuan penting, tim peneliti belajar bahwa beberapa gen digolongkan sebagai 'non-esensial (tidak penting)'. Artinya, gen satunya lagi adalah gen yang wajib diperlukan, alias gen yang 'esensial', atau gen minimal yang dibutuhkan.

    Genom minimal tak punya gen yang bisa memodifikasi dan membatasi DNA. Genom minimal juga kurang akan gen yang mengkode lipoprotein.

    Bagaimanapun juga, 'genom minimalis' ini mengandung semua gen yang diperlukan dalam pembacaan dan mengekspresikan informasi genetik dalam genom, sebagaimana dalam hal menjaga informasi genetik dari generasi ke generasi.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.