• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Langkah Berani Marsel-Djafar
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 08 April 2016 | 13:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Langkah
    Ketua DPRD Kabupaten Ende, Herman Yoseph Wadhi

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Memasuki tahun kedua memimpin Kabupaten Ende, Bupati Marselinus Y.W Petu dan Wakil Bupati Djafar Achmad mencanangkan sebuah tekad, Ende Tinggal Landas. Pimpinan DPRD setmpat menilai tekad iini adalah sebuah langkah berani.

     

    Tekad tinggal landas yang dicanangkan Bupati Marselinus Y.WPetu dan Waki Bupati H.Djafar Achmad adalah sebuah keberanian pemimpin. Semuanya tentu ada tujuan yang hendak dicapai yang pada akhirnya bernuara pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ende.

     

    Tekad tersebut tentunya dilandasi pada pemikiran meninggalkan kebiasaan lama yang stagnan  menuju arah yang lebih baik. Mungkin  juga, keduanya melihat setahun masa kepemimpinan mereka di Kabupaten Ende masih banyak yang belum dibuat dan memasuki tahun kedua harus ada yang berubah terutama bagaimana cara pandang aparatur pemerintah mengejawantahkan semua perencanaan dan pelaksanaan program oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

     

    “Kita patut memberikan dukungan dan apresiasi terhadap tekad tetsebut. Kita juga acungkan jempol atas keberanian tersebut. Sebab, nantinya akan kita evaluasi, apakah  tekjad tersebut benar-benar memunculkan sesuatu yang baru,” kata Ketua DPRD Kabupaten Ende Herman Yoseph Wadhi kepada Flobamora News, Jumat 1 April 2016.

     

    Memang, menurut Heri, demkian ia disapa, tentang tinggal landas itu sendiri, banyak sisi yang harus kita lihat. Membangun sebuah daerah tentu diawali dengan sebuah perencanaan kemudian perencaaan itu dikaitkan dengan penganggaran yang tenntunya harus sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.  Kemudian bagaimana pelaksanaannya.

     

    Banyak multitafsir terkait tinggal landas ini. Tetapi ini tidak ada kaitannya dengan jargon yang pernah dialami pada zaman Orba, Boleh jadi ini soal perilaku aparatur pemerintah sehingga bisa mewabah hinga ke aparat di bawahnya. Malah untuk memacu kinerja aparatur pemerintah dimulai dengan pemberian insentif untuk bias meningkatkan kinerja mereka.

     

    Jika Tahun 2016 dicanangkan sebagai Tahun Perubahan, itu berarti bupati dan wakil bupati telah belajar dari tahun pertama masa pengabdian mereka yang berhubungan dengan capaian-capaian pembangunan yang belum signifikan , sehingga tahun ini harus ada perubahan.

     

    Ambil misal, pimpinan SKPD yang sebelumnya dalam melaksanakan program dengan perencanaan yang belum matang, bisa direncakana lebih matang dan apa produknya, yang mengacu kepada renja atau renstra. Jika itu belum ada, tahun ini harus ada perubahan pola pikir dan pola tindak yang bisa membawa dampak bagi kemandirian Kabupaten Ende.

     

    “Kami di DPRD juga melihat, tahun-tahun sebelumnya penerjemahan dari RKPD belum dilaksanakan semestinya, SKPD harus melaksanakan semua program sesuai dengan Renja. Selama ini belum pernah. Kalau tahun sebelumnya pelaksaanan APBD banyak bergeser dari ketentuan, Tahun 2016 sudah mulai ada ketepatan. Lalu bagaimana dengan penganggarannya,” paparnya.

     

    Kalau sebelumnya, tambah dia, kita membuat target dengan angka yang fantastik, sekarang kita sudah mulai tertib, hindari lebih besar pasak daripada tiang. Dalam RKPD tidak ada yang muluk-muluk. Trendnya sekarang mulai meningkat. jangan ada lagi keterlambatan dalam mengaplikasikan perencanaan untuk dilaksanakan. Jangan tunggu akhir tahun baru mau mulai kerja sehingga kesannya terburu-buru dan asal jadi.

     

    Bagi dia, tekad yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Ende, harus mampu melecutkan semangat kerja semua SKPD untuk  benar-benar konsisten antara perencanan, pelaksanana maupun evakuasinya. satu rupiah harus betul-betul membawa dampak bagi masyarakat. Mungkin, mulai tahun ini bupati dan wakil bupati harus bisa mengvealuasi kinerja setiap SKPD.

     

    Tekad Tinggal Landas adalah ranahnya pemerintah, karena ini adalah tekad untuk membawa Ebde ke arah yang lebih baik. Untuk itu, perlu kesiapan dari SKPD yang lebih baik. Sedangkan DPRD sebagai mitra  atau teman seperjalanan pemerintah daerah hanya bisa memberi awasan apakah pesawatnya terbang sesuai arahnya. Tujuan kita sama, menunju Ende yang lebih sejahtera. Sebagai acuan adalah RPJMD.

     

    Terkait kinerja SKPD dia menilai masih harus ditingkatkan. bupati dan wakil bupati harus betul-betul mengendalikan SKPD untuk bisa bekerja lebih baik. Untuk itu, butuh kerja keras untuk bisa memotivasi aparat pemerintah. SKPD sejatinya menghindaroi budaya tunggu petunjuk. “Mudah-mudahan dengan langkah ini bisa membawa perubahan yang lebih baik,” tukasnya.

    Dari sisi kesiapan SDM apatur pemerintah, sejauh pengamatan dewan selama ini, sangat siap. Hanya saja dibutuhkan motivasi sehingga tidak bingung dalam menjalankan tugas. Dengan begitu, kalau pemerintah betul-betul bekerja, tekad untuk tindak landas bisa terwujud.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.