• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 03 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Orang Sikka Tidak Tertinggal dari Sisi Kualitas
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 25 Februari 2014 | 15:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Orang
    Anggota DPR RI, Melchias Markus Mekeng (Foto : Tribunnews)

     
    Maumere, Flobamora.net - Melchias Markus Mekeng, anggota DPR RI Komisi XI mengatakan jika ditilik dari sisi kualitas sebenarnya orang Kabupaten Sikka tidak tertinggal dengan daerah-daerah lain.
    Dia berpendapat Kabupaten Sikka melahirkan tokoh-tokoh yang disegani secara nasional seperti Frans Seda, Ben Mangreng Say dan V.B. da Costa.
                    
    Pendapat ini disampaikan Melchias Markus Mekeng di hadapan ribuan siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM), para guru dan orangtua, serta sejumlah pejabat lainnya, di Aula mardiwiyata, Selasa (25/2).
                    
    Dengan semangat tokoh-tokoh nasional dari Kabupaten Sikka itu, Mekeng mengajak pra pelajar di Kabupaten Sikka untuk memantapkan studinya pada jalur pendidikan. “Siswa jangan berhenti hanya dengan tamat SMA saja. Bila perlu harus jadi doktor seperti Pak Rizal Djalil, jadi profesor seperti Pak Acmad Jazidi,” tutur mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini.
                    
    Mekeng mengakui, ia sudah mengelilingi Kabupaten Sikka. Dan kesannya, anak-anak yang berusia sekolah memiliki minat sekolah yang sangat tinggi. Tapi kendala yang ditemukannya adalah masalah biaya dan infrastruktur yang tidak mendukung. “Coba Pak Acmad Jazidi jalan ke desa-desa, di sana banyak sekolah yang hancur,” paparnya kepada Acmad Jazidi.

    Terhadap BSM yang disalurkan kepada siswa di Kabupaten Sikka, Mekeng menanggapinya positif. Dia melihat program tersebut sangat membantu para pelajar di Kabupaten Sikka. Karena hematnya, APBD Sikka yang juga masih bergantung dari pusat, belum cukup mengalokasikan dana pendidikan.  

    “APBD Sikka sekitar Rp 775 miliar, itu pun sebagian besar masih bergantung dari pusat. Alokasi untuk bidang pendidikan sangat kecil. Tidak mungkin dengan APBD yang ada Bupati mengalokasikan lebih untuk pendidikan," tambahnya.

    Karena itu,kata dia, program BSM seperti ini sangat membantu sekali. Ini langkah awal yang baik. Apalagi Dirjen juga datang. Tentu dengan melihat kondisi masyarakat Sikka hatinya bisa terketuk.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.