• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 24 November 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Polisi Panama Gerebek Kantor Pusat Firma Hukum Mossack Fonseca
    ANA DEA | Kamis, 14 April 2016 | 13:14 WIB            #INTERNASIONAL

    Polisi
    Polisi Panama berjaga di luar gedung kantor pusat firma hukum Mossack Fonseca di Panama City.

     

     
    PANAMA CITY — Kepolisian Panama, Selasa (13/4/2016), menggerebek kantor firma hukum Mossack Fonseca, tempat dokumen rahasia yang bocor "Panama Papers" berasal.

    Anggota unit pemberantasan kejahatan terorganisasi mengepung kantor pusat Mossack Fonseca di Panama City untuk melakukan penggeledahan.

    Kejaksaan Panama mengatakan, penggerebekan itu berlangsung tanpa halangan atau insiden berarti. Namun, kejaksaan tidak memberikan rincian hasil penggeledahan.

    Firma hukum ini menjadi pusat sebuah pusaran skandal setelah 11,5 juta lembar dokumen yang kemudian disebut "Panama Papers" bocor.

    Di dalam dokumen itu terungkap, firma hukum ini kerap menjadi "penolong" para politisi, pengusaha, aktor, hingga atlet ternama yang ingin menyembunyikan kekayaan mereka di perusahaan-perusahaan luar negeri.

    Selama 40 tahun, firma ini membantu mendirikan 214.000 perusahaan di luar negeri, terutama di negara-negara yang dikenal sebagai "suaka pajak".

    Beberapa negara menanggapi dokumen ini dengan cara berbeda, terutama jika nama-nama pejabat mereka muncul di dalam "Panama Papers" ini.

    Perdana Menteri Islandia dipaksa mundur setelah terungkap bahwa dia memiliki saham di sejumlah bank negeri itu, yang uangnya dikucurkan dari berbagai perusahaan di luar negeri.

    Para pemimpin di Inggris dan Ukraina kini harus menjawab banyak pertanyaan saat nama mereka atau kerabat mereka muncul dalam dokumen itu.

    Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mengalihkan perhatian dengan menyebut "Panama Papers" adalah ulah AS untuk mendiskreditkan dirinya.

    Adapun Pemerintah China melakukan sensor terhadap forum-forum netizen dan media yang mendiskusikan dokumen rahasia itu.

    Sejumlah orang kaya di Australia, Perancis, India, Meksiko, Peru, Spanyol, dan beberapa negara lain juga menghadapi pemeriksaan terkait penghindaran pajak setelah nama mereka muncul dalam "Panama Papers".

     


    Sumber: internasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.