• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Proyek Pokir Buka Peluang Intervensi DPRD
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 15 April 2016 | 18:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Proyek
    Sekretaris BPC Gapensi Sikka Paulus Papo Belang

     

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Sejak tahun lalu di DPRD Sikka tersedia alokasi dana untuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Sikka. Pokir ini kemudian diimplementasikan dalam program kegiatan di SKPD, yang bentuknya melalui proyek-proyek, baik konstruksi maupun jasa. Sialnya, proyek-proyek pokir ini justeru membuka peluang intervensi DPRD Sikka pada kewenangan dan tugas pejabat lelang.

     

    Kesan ini disampaikan Ketua dan Sekretaris BPC Gapensi Sikka Frans Seles dan Paulus Papo Belang saat konferensi pers dan diskusi terbatas dengan sejumlah media di Sekretariat Gapensi Jalan Gajah Mada Lorong Kadarwati Kelurahan Madawat, Kamis (14/4).
           

    Intervensi yang dimaksudkan dua pejabat asosiasi ini yakni oknum-oknum anggota DPRD Sikka mempengaruhi keputusan pejabat lelang terhadap penetapan kontraktor pelaksana. Akibatnya, kontraktor pelaksana yang mengerjakan proyek pokir adalah titipan oknum anggota DPRD Sikka. Kondisi ini akan memperburuk upaya pemerintah menekan perilaku kolusi dan nepotisme dalam kegiatan jasa dan konstruksi.
           

    Papo Belang mengangkat contoh dua proyek pokir di tahun 2015 yang nyata menunjukkan intervensi oknum anggota DPRD Sikka. Dua proyek itu adalah drainase dalam kota di Wairklau dan pembukaan jalan di hutan lindung.


    “Saya kira teman-teman juga tahu tentang kasus proyek di Wairklau dan hutan lindung. Di Wairklau, pejabat lelang sudah menetapkan pemenang, tahu-tahunya oknum anggota DPRD menunjuk kontraktor lain. Begitu juga (proyek) hutan lindung, pejabat lelang sudah tetapkan kontraktor, lalu karena hubungan yang kurang harmonis dengan oknum anggota DPRD pemilik pokir, akhirnya oknum tersebut menunjuk kontraktor lain. Sekarang yang di hutan lindung jadi masalah karena tidak ada surat perintah memulainya pekerjaan,” papar Papo Belang.
           

    Belajar dari pengalaman kasus ni, Frans Seles dan Papo Belang mengharapkan DPRD Sikka tidak melakukan intervensi terhadap proyek-proyek pokir. Intervensi DPRD Sikka selain akan membatasi kewenangan kerja pejabat lelang, merusak hubungan antar kontraktor, tetapi juga akan mencoreng nama baik lembaga legislatif.
           

    Dia menambahkan dampak dari intervensi oknum anggota DPRD Sikka, yakni memberi peluang lain kepada pejabat lelang untuk memanfaatkan momentum. Dalam beberapa pengalaman, katanya, justeru proyek-proyek pokir itu diblok oleh pejabat lelang untuk kontraktor pelaksana tertentu.


    “Ada rekanan yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan proyek pokir, tapi pejabat lelang beralasan sudah ada kontraktor pelaksana yang dititipkan DPRD Sikka. Padahal, setelah dicari tahu ternyata tidak ada seperti itu. Ini artinya pejabat lelang juga ikut bermain pada proyek pokir untuk dibagikan kepada rekanan yang sudah dijagokan. Kolusi dan nepotisme terjadi di sini,” terangnya.

    Menurut Papo Belang, kebijakan pokir sangat positip untuk mengakomodir aspirasi masyarakat yang tidak terserap pada Musrenbang. Kebijakan tersebut juga berdampak positip bagi kontraktor-kontraktor di Kabupaten Sikka yang sebagian besar tergolong kontraktor kecil, apalagi dengan menggunakan metode penunjukan langsung. Kebijakan ini tidak akan bermanfaat baik apabila ada intervensi teknis dari DPRD Sikka.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.