• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Warga Desa Marsel Minta Pelantikan BPD Dibatalkan
    LEX | Selasa, 25 Februari 2014 | 16:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Warga
    Warga Desa Maorole Selatan di Kantor BPMD Kabupaten Ende

     

     
    Ende, Flobamora.net - Warga Desa Maurole Selatan (Marsel), Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende mendesak pemerintah daerah setempat untuk membatalkan pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lantaran pengangkatan BPD tersebut tercium aroma nepotisme.

    Warga Maurole Selatan dibawah  koordinator Vitus Modestus Bani Beke, Senin (24/2) kemarin, datang ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Ende untuk meminta penangguhan dan sekaligus pembatalan pelantikan BPD.

    Ditemui Flobamora.net, Vitus bersama warga lainnya mengungkapkan kekecewaan, karena pengangkatan BPD tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Masa kepala desa main tunjuk saja anggota BPD. Yang ditunjuk juga masih keluarga sendiri. Ada yang dia panggil Weta, eja, Aji maupun Kae-nya sendiri. Apa itu dibenarkan. Disini terjadi nepotisme,”katanya.

    Sementara itu Kepala BPMD Ende, Albertus Yani membenarkan  kedatangan warga Maurole Selatan untuk meminta pembatalan pelantikan BPD yang direncanakan pada 27 Februari 2014 ini.

    “Kami sudah bertemu dan melakukan diskusi terkait dengan pengangkatan anggota BPD Maurole Selatan. Kalau kita lihat berdasarkan laporan warga, jika itu memang benar, maka hal ini tidak boleh terjadi. Untuk itu saya minta dibatalkan sambil melakukan investigasi,” kata Yani.

    Dia juga sudah berkoodinasi dengan Camat Detukeli untuk melakukan penyelesaian pemilihan BPD yang dinilai syarat dengan nepotisme. Jika tidak, pihaknya akan terjun langsung menyelesaikan persoalan tersebut.

    Mantan Kepala BKP3 Kabupaten Ende mengatakan, jika memang terjadi  seperti yang diinformasikan, akan sulit untuk mengontrol kinerja kepala desa dan aparat desa lainnya.

    “Kita pending sementara pelantikan tersebut hingga persoalan jelas. Jika terindikasi kita akan rekomendasikan untuk pemilihan ulang bukan berdasarkan penunjukan oleh Kepala Desa seperti yang dikeluhkan warga Maurole Selatan,” tandasnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.