• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 04 April 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Negara-negara Muslim Kecam Iran karena Mendukung Terorisme
    ANA DEA | Sabtu, 16 April 2016 | 09:48 WIB            #INTERNASIONAL

    Negara-negara
    Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-13 di Istanbul, Turki, ditutup Jumat (15/4/2016) dengan menghasilkan sebuah komunike yang disebut "Deklarasi Istanbul". Anadolu Agency

     

    ISTANBUL — Para pemimpin lebih dari 50 negara Muslim, Jumat (15/4/2016), menuduh Iran sebagai negara pendukung terorisme.

     

    Teheran juga dituding telah melakukan campur tangan berlebihan dalam urusan internal negara-negara di kawasan, termasuk di Suriah dan Yaman.

     

    Para pemimpin, termasuk Presiden Iran Hassan Rouhani, menghadiri pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) beranggotakan 57 negara di Istanbul, Turki, pekan ini.

     

    KTT OKI itu membahas berbagai isu, seperti kemanusiaan, yang telah diabaikan dalam perang saudara Suriah.

     

    "Konferensi menyesalkan campur tangan Iran dalam urusan internal negara-negara di kawasan dan negara anggota lainnya, termasuk Bahrain, Yaman, Suriah, dan Somalia, dan dukungan terhadap terorisme," kata OKI dalam komunike akhir KTT.

     

    OKI juga menekankan perlunya "hubungan kerja sama" antara Iran dan negara-negara Muslim lainnya, termasuk menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekerasan.

     

    Baik Turki, yang telah tiga tahun secara bergilir mengetuai OKI, maupun Arab Saudi merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS melawan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

     

    Turki dan Arab Saudi juga menentang rezim Presiden Bashar al-Assad. Sikap itu telah menempatkan mereka bertentangan dengan Iran, sekutu utama pemimpin Suriah itu.

     

    Iran juga bersekutu dengan gerakan Houthi di Yaman, yang telah berjuang melawan pasukan yang setia kepada Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Konflik yang berlangsung di Yaman sejak Maret 2015 hingga kini telah menewaskan lebih dari 6.000 orang.

     

    Komunike terakhir OKI dirumuskan sehari setelah Presiden Rouhani mendesak delegasi KTT untuk tidak mengirimkan pesan yang memecah belah.

     

    "Tidak boleh ada pesan yang akan menyulut perpecahan dalam masyarakat Islam dihasilkan oleh konferensi ini," kata Rouhani, menurut televisi Pemerintah Iran.


     


    Sumber: AFP/internasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.