• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 Maret 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Menteri Islam Swedia Mundur karena Sebut Israel seperti Nazi Jerman
    ANA DEA | Selasa, 19 April 2016 | 13:09 WIB            #INTERNASIONAL

    Menteri
    Mehmet Kaplan. Alchetron.com

     

    STOCKHOLM — Menteri Perumahan Swedia Mehmet Kaplan meletakkan jabatannya itu pada Senin (18/4/2016) terkait pernyataan kontroversialnya tujuh tahun lalu.

     

    Saat itu ia membandingkan perlakuan Israel terhadap warga Palestina dengan penderitaan Yahudi pada zaman Nazi Jerman saat Perang Dunia II. Pernyataannya memicu perdebatan politik yang panjang.

     

    "Penilaian secara keseluruhan atas Mehmet Kaplan adalah ia tidak akan dapat menjabat sebagai menteri," kata Perdana Menteri Stefan Löfven.

     

    Koalisi pemerintahan sayap kiri tengah Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau telah mengalami ketegangan karena krisis suaka. Mengalirnya imigran ke negara itu membalikkan lagi kebijakan terkait pengungsi.

     

    Sekalipun mengundurkan diri, Kaplan tidak mengakui bersalah karena komentarnya. Ia menilai, kontroversi yang tidak perlu itu telah mengganggu pekerjanya sebagai anggota kabinet Löfven.

     

    Kaplan kelahiran Turki. Ia juga mendapat tekanan kuat dari publik setelah menghadapi jamuan makan malam yang digelar oleh kelompok perwakilan organisasi ultranasionalis Turki.

     

    Kaplan mengatakan kepada wartawan, ia menolak "semua bentuk ekstremisme apakah mereka nasionalis, agama, atau dalam bentuk lainnya".

     

    Pria berumur 44 tahun itu adalah mantan juru bicara Dewan Islam Swedia. Kehadirannya pada jamuan makan malam tadi semakin disoroti karena dianggap memiliki hubungan istimewa dengan kelompok ultranasionalis dan Islam dari Turki.

     

    Pada akhir pekan lalu, harian Belgia Svenska Dagbladet melaporkan komentar yang dibuat Kaplan pada tahun 2009, sebelum ia menjadi menteri.

     

    Saat itu ia mengatakan, "Israel memperlakukan Palestina dengan cara yang mirip dengan saat orang-orang Yahudi diperlakukan Jerman selama tahun 1930-an."

     

    Hubungan antara Swedia dan Israel mencapai titik terendah pada tahun 2014 ketika pemerintah Sosial Demokrat-Hijau mengakui negara Palestina.


     


    Sumber: Reuters/internasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.