• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Komitmen Melindungi Perempuan dan Anak
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 26 April 2016 | 12:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Komitmen
    Sekretaris Badan pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Theresia Funan

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Persoalan perempuan dan anak di NTT tidak bisa dilihat biasa-biasa saja. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilatarbelakangi berbagai persoalan seperti ekonomi, sosial budaya dan kemasyarakatan telah menjadikan perempuan dan anak menjadi korban.

     

    “Di NTT selain masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, angka perdagangan orang atau human trafficking menduduki rangking kedua secara nasional setelah Jawa Barat,” kata  Sekretaris Badan pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Theresia Funan kepada Flobamora.net, Jumat 22 April 2016.

     

    Menurutnya, upaya keras pemerimtah untuk melindungi perempuan dan anak hingga kini belum membuahkan hasil yang maksimal. sejatinya pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi isu strategis dengan pendekatan komprehensif, sehingga persoalan yang dihadapi perempuan bias terpecahkan dengan baik.

     

    Kompleksnya permasalahan perempuan dan anak sehingga membutuhkan intervensi serius pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Hal yang menjadi perhatian adalah pendekatan program kegiatan yang menyantuh langsung kepada pemberdayaan, perlindungan perempuan dan pemenuhan hak serta perlindung anak belum sepenuhnya dirasakan. Justru perempuan dan anak cenderung menjadi objek pembangunan dan bukan pelaku pembangunan. 

     

    Berangkat dari persoalan tersebut, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT menggagas rapat koordinasi pemberdyaan perempuan dan anak. rapat koordinasi yang diselenggarakan di Tambolaka, Sumba Barat Daya,  dari tanggal 27 – 30 April 2016. Rapat ini  bertujuan menyamakans persepsi dan integrasi program antara tingkatan pemerintah di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

     

    “Selain itu, untuk meningkatkan komitmen pemerintah provimsi dan pemerintah kabupaten /kota dalam impelemtasi PUG dan PUHA demi terwujudnya akses, partisipasi, control dan manfaat dalam pembangunan,” jelasnya.  

     

    Dia menuturkan,  hasil yang diharapkan dari rapat tersebut adalah terwujudnya integrasi program di bidang pembangunan perempuan dan perlindungan anak serta, terhimpunnya isu-isu strategis dan persoalan krusial pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai masukan dalam penyusunan program selanjutnya.

     

    Rakor yang akan dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak ini  juga diharapkan melahirkan rekomendasi atau kesepahaman antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTT dalam implementasi PUG dan PUHA sebagai strategi dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di NTT.

     

    Kata dia, khusus untuk pembangunan pemberdayaan perempuan dilakukan untuk menunjang dan mempercepat tercapainya kualitas hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan, dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi/advokasi pendidikan dan latihan bagi kaum perempuan yang bergerak dalam seluruh bidang atau sektor.

     

    Sedangkan sasaran umum pembangunan Pemberdayaan Perempuan sebetulnya mengarah pada meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Perempuan di berbagai kegiatan sektor dan sub sektor serta lembaga dan non lembaga yang mengutamakan peningkatan kemampuan dan profesionalisme dan  keahlian kaum perempuan.

     

    Kemudian mewujudkan kepekaan, kepedulian gender dari seluruh masyarakat, penentu kebijakan, pengambil keputusan, perencana dan penegak hukum serta pembaharuan produk hukum yang bermuatan nilai sosial budaya serta keadilan yang berwawasan gender.

     

    Sementara mengarusutamakan gender melalui peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dalam berbagai kehidupan yang merupakan salah satu upaya kongkrit dalam pencapaian penurunan angka kemiskinan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.