• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Hasil Pertanian akan Diberi Label
    ALEX | Jumat, 29 April 2016 | 11:16 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Hasil
    Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu bersama Wakil Bupati H Djafar Achmad melakukan panen padi di Kecamatan Wewaria

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Bupati Ende Marselinus Y.W Petu mengatakan, ke depan semua hasil pertanian dan yang dihasilkan masyarakat setempat akan diberi label. Hal ini untuk memberi rasa bangga daerah ini.


    Bupati Ende Marsel mengatakan hal ini saat melakukan Panen Perdana Padi Cidinuk-Inpari 26, Kamis (28/4) di areal Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Nuangenda, Kecamatan Wewaria.

     

    Untuk maksud tersebut dia sudah meminta SKPD terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melakukan pengadaan mesin untuk pembuatan label.


    "Setiap produk pertanian akan dibuat label dan tahun  2016 ini sudah ada mesin label. Karena itu kita akan beli goni dan dicetak label dengan nama dan asal padi," kata Bupati Marsel.

     

    Dia menuturkan, hal itu menjadi penting agar ketika ke pasar, produk hasil pertanian bisa diketahui dari mana asalnya, dan jika orang menikmati makanan maka akan timbul rasa bangga dengan hasil daerah sendiri.


    Lebih jauh Bupati Marsel berharap, hasil pertanian harus juga berorientasi pasar, demi meningkatkan pendapatan ekonomi. Untuk itu kata dia, sudah saatnya masyarakat untuk tinggalkan falsafah lama yang hanya untuk konsumsi semata.


    Berkaitan dengan panen perdana yang dilakukan di Wewaria, dia merasa bangga dan bahagia terhadap hasil usaha yang dilakukan Kelompok Tani Tunas Harapan. Karena itu ke depan hasilnya bisa bertambah dan lebih baik lagi melalui varietas ini sehingga bisa diikuti para petani lainnya.


    "Ini bagian dari motivasi untuk  beri pemahaman akan jenis-jenis  padi dengan keunggulan. Ini tidak berarti yang dilakukan selama ini dengan jenis yang ada sesuatu  yang sia-sia. Ini motivasi baru  dengan model baru," paparnya.

    Kepada masyarakat dia mempersilahkan untuk menerapkan  teknologi baru dengan harapan perlu pahaman teknologi ini sehingga tidak sia-sia.

    Dia pun berharap dan sekaligus memberi motivasi kepada generasi muda bahwa profesi apapun seperti petani bila ditekuni sacara serius akan menjadi profesi yang menjanjikan. Karena itu lanjutnya, harus ada inovasi atau semangat perubahan untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi padi.


    Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan,  Geradus Depa menyampaikan beberapa keunggulan dari tanaman padi. Cidinuk-Inpari 26 jika dibandingkan dengan varietas lainnya.

     

    Dia menyebutkan berdasarkan apa yang dialaminya salah satu keunggulan dari benih varietas ini adalah penggunaan air sangat irit.


    "Kalau tentang hama penyakit jenis ini cuma dua persen jika dibandingkan dengan jenis lainnya yang mencapai tiga persen. Sementara untuk jumlah biji atau bulir padi bisa mencapai 270 sementara lainnya sekitar 100 bulir dan juga masih banyak keunggulan lainnya," kata Geradus sambil menambahkan, kelompoknya maupun pribadi siap untuk terus kembangkan jenis padi ini.


    Kepada pemerintah daerah, Geradus mewakili kelompok tani meminta dukungan agar benih ini bisa dikembangkan di daerah pertanian Wewaria karena sudah diketahui keunggulan dari benih jenis ini. Apa lagi Wewaria merupakan salah satu lumbung padi di Kabupaten Ende.


    Romo Dominikus Wawo, Pr sebagai pendamping kelompok Tani Tunas Harapan menyampaikan apresiasi karena pemerintah yang turut ambil bagian dalam perannya sehingga terlaksananya panen perdana.

    Dia mengatakan, teknologi ini bukan hal yang baru. Di Ende, sebutnya, sudah dilakukan di Nuamulu kecamatan Detukeli, Wolojita, Roworeke, Lokoboko di Ndona dan hasilnya di atas tujuh ton sampai  11,3 ton per hektare.

     

    Dia menyebutkan, umur padi jenis atau varietas ini mulai ditanam hingga panen berumur 115 hari. Sementara luas lahan di kelompok Tani Tunas Harapan 3,5 hektar are. Benih ini, sebutnya, dilakukan pembibitan pada 30 Desember 2015, dan penanaman pada 15 Januari 2016 dan dilakukan panen perdana pada 28 april 2016.

    Stef Tani Temu, Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang  yang mewakili Kementerian Pendidikan dan Riset mengatakan, varietas jenis ini merupakan temuan terbaru dan ini yang pertama di kecamatan Wewaria.

     

    Sebelumnya dia sudah pernah memperkenalkan jenis Ciherang di wilayah Kecamatan Wewaria dan hasilnya cukup baik.


    "Namun kini saya perkenalkan jenis baru yakni Padi Cidinuk Inpari 26 yang memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan dengan jenis padi lainnya," tutur Tani Temu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.