• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Kata Ahok soal Pembebasan WNI dari Penyanderaan Abu Sayyaf di Filipina
    ANA DEA | Senin, 02 Mei 2016 | 13:25 WIB            #NASIONAL

    Kata
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri) seusai menghadiri apel Hari Pendidikan Nasional, di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

     

    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersyukur 10 warga negara Indonesia, yang disandera kelompok Abu Sayyaf berhasil dibebaskan.

     

    "Ya saya bersyukur sama Tuhan, sepuluh (WNI yang disandera) ini diselamatkan," kata Ahok, seusai mengikuti apel Hardiknas di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).

     

    Menurut Ahok, pembebasan 10 WNI ini tidak lepas dari kerjasama banyak pihak.

     

    "Kami berterimakasih pada Yayasan Sukma, tim kemanusiaannya Pak Surya Paloh, TNI, Kemenlu. Saya kira ini satu kerjasama yang baik sekali," kata Ahok.

     

    Sejak 26 Maret 2016, 10 awak Kapal Pandu Brahma 12 beserta muatan batubara milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera kelompok teroris Filipina, Abu Sayyaf.

     

    Para awak kapal dan seluruh muatan batubara dibawa penyandera ke tempat persembunyian mereka di salah satu pulau di sekitar Kepulauan Sulu.

     

    Kelompok Abu Sayyaf kemudian meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 14 miliar untuk membebaskan para sandera.

     

    Kepala kepolisian Jolo Filipina, Junpikar Sitin mengatakan, mereka dibebaskan pada Minggu tengah hari.

     

    Beberapa orang tak dikenal mengantar semua orang kru kapal tunda itu ke kediaman Gubernur Abdusakur Tan Jnr di Pulau Jolo di tengah hujan lebat.

     

    Pada Minggu sore, Presiden Joko Widodo menyampaikan informasi soal dibebaskannya 10 WNI tersebut.

     

    Tanpa menyebut detil siapa yang dia maksud, Presiden mengucapkan terima kasih yang besar bagi anak bangsa yang turut membantu pembebasan sandera itu.

     

    Kedua, atas nama negara, Presiden juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah Filipina.

     

    Kerja sama yang baik itu, kata Presiden, harus diteruskan. Sebab, masih ada empat warga negara Indonesia yang masih disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.