• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ratusan Honorer K2 Serbu DPRD Ende
    LEX | Rabu, 26 Februari 2014 | 14:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ratusan
    Dialog Honorer K2 di Ruang Gabungan Komisi DPRD Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Ratusan Tenaga Honorer Kategori I dan II yang tidak lulus Tes CPNSD, Rabu (26/2) menyerbu DPRD Ende. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait hasil kelulusan yang mereka nilai banyak rekayasa bahkan ada indikasi sogok atau pemberian uang kepada pegawai BKD untuk lulus tes.

    Kedatangan mereka diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Ende, H. Yusuf Oang, anggota DPRD Ende Heribertus Gani, Yustinus Sani, Vian Moa Mesi, Kadir Mosa Basa. Turut hadir Kepala BKD Ende Derson Duka yang didampingi dua orang stafnya.

    Ustad Zamroni,koordinator para honorer K2 mengatakan, banyak tenaga  honor yang lulus yang melakukan rekayasa data sehingga diakomodir sebagai tenaga Honor K2 dan selanjutnya lulus Tes CPNSD.

    “Banyak tenaga honorer K2 yang mengabdi di swasta namun lulus.Mereka inilah yang meminta surat dari kepala sekolah negeri yang menyatakan mereka mengajar di negeri,” sebut Zamroni.

    Dia juga mempertanyakan, mengapa ada sisa honrer K1 yang belum diakomodir dan kemudian masuk K2. Padahal menurutnya, seluruh Indonesia K1 sudah selesai , sementara kabupaten Ende tidak diakomodir yanhg kemudian didorong ke k2. Sayangnya, nyatanya juga tidak lulus juga.

    Karena itu dia meminta untuk menunjukan kekurangan data seperti apa sehingga pada waktu yang lalu tidak diakomodir sebagai K1.

    "Ada indikasi penggunaan ijasah palsu, terjadinya manipulasi data oleh BKD sehingga banyak yang tidak memiliki dokumen diakomodir dan lulus tes PNS.Yang lebih miris lagi ada dugaan upaya penyuapan kepada pegawai BKD," ujarnya.

    Para tenaga honorer K2 itu juga berjanji, jika BKD tidak bisa menjawab dan menjelaskan permintaan tersebut,  mereka akan melaporkan masalah itu ke Kepolisian.

    Kepala BKD Derson Duka mengatakan, telah mendengar dan mendapatkan aduan dari masyarakat. Untuk itu sebutnya, Bupati Ende telah perintahkan dirinya melalui Plt Sekda  untuk membentuk Tim Investigasi yang terdiri dari BKD, Kesbangpol,PPKAD dan PPO. Tugasnya untuk menginvestigasi dokumen dari para tenaga honor yang lulus tes beberapa waktu yang lalu.

    “Memang saya akui ada banyak yang tidak memiliki dokumen lengkap. Apalagi tugas kami yang lalu hanya mengawal pengisian formulir K2 tanpa memverifikasi, sehingga orang rame-rame isi formulir," jelasnya.

    Menurut dia, kewenangan untuk verifikasi adalah Kementrian PAN dan BKN. Namun setelah ini pihaknya akan melakukan invetigasi dan pasti menemukan K2 yang tidak memenuhi syarat . Itu yang akan kami rekomendasikan ke BKN” sebutnya.

    Dia juga mengakui terjadi penyuapan kepada stafnya oleh Honorer K2 sebesar Rp.35 juta untuk diluluskan. Kini sedang dilakukan investigasi soal kebenaran itu.

    Sementara itu anggota DPRD Ende mendesak agar proses  verifikasi dokumen harus dilakukan secara jujur dan transparan , sehingga tenaga  honorer tidak dikorbankan.

    Dialog berlangsung cukup lama dan alot itu, pada akhirnya mereka meminta tim untuk bekerja optimal dan jujur, jika tidak mereka akan melaporkan BKD kepihak kepolisian karena memalsukan data-data para tenaga honorer.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.