• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 16 Juli 2019

     

     
    Home   »  Olahraga
     
    Atletico Hancurkan Harapan Tim Asuhan Guardiola
    ANA DEA | Rabu, 04 Mei 2016 | 12:21 WIB            #OLAHRAGA

    Atletico
    Pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, menjalani sesi konferensi pers di Lisabon, Portugal, pada Selasa (12/4/2016) waktu setempat. FRANCISCO LEONG/AFP

     

    MUENCHEN - Atletico Madrid menjadi tim pertama yang melaju ke final Liga Champions 2015-2016 usai menyingkirkan Bayern Muenchen yang dilatih Pep Guardiola.

     

    Atletico memang kalah 1-2 dari Bayern dalam semifinal leg kedua di Allianz Arena, Selasa (4/5/2016). Agregat kedua tim pun imbang 2-2. Namun, sang wakil Spanyol berhak ke partai puncak karena unggul agresivitas gol tandang.

     

    Fakta menarik pun muncul. Setiap tim yang mengalahkan skuat besutan Guardiola di semifinal selalu bisa mengakhiri kompetisi dengan gelar juara.

     

    Contoh pertama adalah Inter Milan pada musim 2009-2010. Raksasa Italia itu mengalahkan FC Barcelona asuhan Guardiola 3-1 di leg pertama, meski kemudian kalah 0-1 pada pertandingan kedua di Spanyol.

     

    Di final, Inter berjumpa Bayern. Inter menang 2-0 berkat sepasang gol Diego Milito.

     

    Hal serupa terjadi pada musim 2011–2012. Chelsea menang tipis 1-0 atas Barcelona arahan Pep pada laga perdana di kandang sendiri, lalu imbang 2-2 dalam partai kedua (agregat 3-2).

     

    Drama mewarnai kemenangan Chelsea di final melawan Bayern. Mereka menang 4-3 lewat adu penalti setelah bermain 1-1 di waktu normal.

     

    Pada musim 2013-2014, Guardiola mencoba peruntungan bersama Bayern. Namun, lagi-lagi langkahnya terjegal di babak 4 besar, kali ini oleh Real Madrid.

     

    Bayern kalah 0-1 pada duel pertama di Santiago Bernabeu. Di rumah sendiri, Philipp Lahm dkk menyerah dengan skor yang lebih telak, yakni 0-4.

     

    Seperti dua tim sebelumnya, Madrid menuai kesuksesan di final. Mereka mengangkat trofi Si Kuping besar berkat kemenangan 4-1 atas Atletico via perpanjangan waktu.

     

    Pada musim keduanya, tim asuhan Guardiola kembali kandas di semifinal. Kali ini, Barcelona yang pernah dilatihnya menghentikan perjuangan Manuel Neuer dkk. 

     

    Barcelona pun menjadi juara bersama Luis Enrique dengan mengalahkan Juventus pada laga final. 

     

    Hat-trick gagal di semifinal Liga Champions bersama Bayern Muenchen terjadi. Kali ini, Atletico pelakunya. 

     

    Akankah Atletico mengikuti jejak Inter Milan, Chelsea, Real Madrid, dan Barcelona?


     

    URL SUMBER
      TAG:
    • bola
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.