• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pedagang Pasar Oesao Minta Tukang Ojek Ditertibkan
    ALBERTO | Rabu, 26 Februari 2014 | 15:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pedagang
    PKL Pasar Oesao Kabupaten Kupang

     

     
    Oelamasi.Flobamora.net - Para pedagang pedagang yang berjualan di badan Jalan Trans Timor Raya, Pasar Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang meminta agar pemerintah menertibkan para tukang ojek dan mobil pick up yang sering tidak tertib menurunkan penumpang dan melakukan bongkar muat di pinggir jalan. Mereka bersedia ditertibkan dan pindah berjualan di dalam Pasar tersebut.

    Permintaan tersebut disamapaikan para pedagang saat acara tatap muka bersama di Kantor Lurah Oesao, Senin (24/2) lalu. Hadir pada pertemuan itu, Sekda Kabupaten Kupang Hendrik Paut, Asisten Administrasi Pembangunan Viktoria Kanahebi, Kadishub Infokom, Thom R Sonbait, Kaban Lingkungan Hidup Piet Sabneno, Kasat Pol PP Crist Koroh, Camat Kupang Timur, Bernardo Gamboa, Danbrigif 21-Komodo Kol. (Inf) E. Reza Pahlevi, Kasat Lantas Polres Kupang, Tokoh Masyarakat Oesao dan perwakilan pedagang.

    Tokoh Masyarakat Oesao, Anton Tuka menyatakan, agar pedagang khususnya di yang jualan di badan jalan segera direlokasi ke dalam pasar. Namun dirinya meminta, selain pedagang direlokasi, pembeli, tukang ojek dan mobil pick up yang sering lakukan bongkar muat, juga ditertibkan.

    "Saya setuju kita tertibkan mereka yang saat ini jual di badan jalan. Tapi saya minta kalau bisa pembeli, tukang ojek dan mobil pick up harus kita tertibkan supaya jangan sembarang parkir dan bongkar barang di pinggir jalan khususnya dekat lokasi pasar," katanya.
     
    Dia Juga meminta pemerintah menertibkan kios-kios yang ada dalam pasar karena dibangun tak beraturan. Selain itu, lapak pasar harus ditata kembali supaya mereka yang nantinya berjualan disana tidak tumpang tindih.

    "Ini beberapa hal yang perlu pemerintah perhatikan, jika mau kita tertibkan mereka yang jual di jalan, Ada lapak yang kosong, tapi pemerintah belum serius urus, coba lapak yang ada ditertibkan pasti mereka yang jual di badan jalan akan masuk ke dalam," pinta Anton.

    Hal senada disampaikan Petrus Kebal dan Anderias Mira, atas nama pedagang Pasar Oesao yang mendukung pemerintah untuk menertibkan pedagang yang jual di badan jalan. Namun mereka meminta sebelum pedagang direlokasi, pemerintah menyiapkan dan membersihkan lahan yang ada di dalam pasar serta membagi lapak yang ada supaya jangan terjadi saling rebut.

    "Mau pindah saat ini, kami siap. Asal pemerintah tolong siapkan lahan yang ada di dalam selain dibagikan sesuai jatah yang ada, tempat jualan yang ada di dalam juga harus bersih," ujar Anderias.

    Sedangkan Petrus Kebal selaku pedagang ikan, meminta air yang ada di pasar ikan dalam pasar segera difungsikan agar saat pedagang ikan pindah ke dalam pasar tersebut tidak menimbulkan bau busuk.

    "Kami dari penjual ikan siap masuk ke dalam asalkan air yang ada di pasar tersebut segera difungsikan supaya saat kita jual tidak timbul bau di dalam," katanya.

    Menanggapi permintaan pedagang dan warga, Sekda Hendrik Paut mengatakan, semua tentunya ingin merasa nyaman. Karena itu pemerintah bersedia datang mendengar secara langsung pendapat pedagang terhadap solusi penyelesaian kemacetan di Pasar Oesao.

    "Supaya kita tidak terjebak terus pada kemacetan ini, saya datang ajak bapak/mama mari cari jalan keluar seperti apa, kita satukan pikiran agar tidak terjadi perbedaan. Jalan dulu dengan apa yang ada, mana yang tidak jalan baru kita benahi," kata Paut.

    Pemerintah, kata Paut, pada dasarnya ingin memberikan rasa nyaman kepada pedagang dan pembeli agar tidak saja jualan laku, tapi pembeli dan pemanfaat jalan trans timor merasa nyaman saat melintasi Pasar Oesao.

    "Saya setuju, Kita relokasi pasar, agar wajah kita indah. tentu ini butuh proses jadi ini saatnya kita lakukan tindakan," tegas Paut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.