• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wabup Djafar Kaget ada Proyek Jalan Tani Fiktif
    ALEX | Senin, 09 Mei 2016 | 14:37 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wabup
    Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad  kaget ketika ditanya wartawan soal adanya Jalan Tani yang tidak dikerjakan alias fiktif namun pencairan dana menurut Dinas PPKAD sudah 100 persen.

     

    Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/5), Wabup Djafar mengaku tidak mengetahui soal itu karena laporan dari stafnya sudah selesai semuanya.


    "Terima kasih sudah memberikan informasi seperti itu. Saya akan panggil kepala dinas terkait untuk menanyakan hal itu," kata Djafar Achmad. Ia menyayangkan kalau hal itu benar terjadi dan akan menindaklanjuti masukan tersebut.


    Beberapa proyek jalan Tani dari Dinas Pertanian Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Ende diduga banyak yang tidak dikerjakan khususnya  tahun anggaran 2015 lalu. Namun dalam laporan LKPJ Bupati sudah dinyatakan 100 persen tuntas.


    Data yang sempat dihimpun dari sumber yang dipercaya mengatakan, Jalan Tani yang dilaporkan pengerjaannya 100 persen diantaranya di Desa Tonggopapa Kecamatan Ende, Desa Ratewati Kecamatan Wewaria dan juga ada saluran tersier di Kecamatan Lio Timur.


    Kepala Desa Ratewati, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende Mathias Lago ketika ditemui beberapa waktu lalu menyatakan, dirinya  menolak penandatangan berita acara serah terima pembangunan jalan tani di wilayahnya. Hal ini disebabkan karena tidak ada bukti riil  fisik pembangunan di lapangan.

     

    Dia menuturkan, sempat didatangi oleh salah seorang staf dari Dinas Pertanian untuk memintanya tanda tangan terkait pengerjaan proyek di wilayah desanya namun ia menyatakan untuk tidak mau tanda tangan.


    "Saya tidak mau tanda tangan, masa fisiknya tidak ada, minta saya selaku kepala desa tanda tangan. Saya tidak mau dan saya tolak itu," kata dia.

     

    Begitu juga di Desa Bu Tanalagu Kecamatan Lio Timur, Dinas Pertanian menyatakan pembangunan saluran tersier telah selesai dikerjakan di desa tersebut padahal faktanya tidak demikian.


    “Fisiknya tidak ada. Mereka dari Dinas Pertanian, minta saya untuk tanda tangan. Tapi saya tolak,” ujar Kades Bu Tanalagu, Yustina Bhanda secara terpisah, Rabu (4/5).


    Dia mengakui, Sabtu (30/4) lalu,  salah seorang staf Dinas Pertanian Kabupaten Ende datang memintanya untuk menandatangani berita acara serah terima aset, namun ia menolak karena tidak ada bangunan saluran tersier di desanya.


    Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Ende berharap agar para kepala desa untuk melaporkan kondisi yang sebenarnya dari desa mereka kepada bupati dan wakil bupati untuk segera ditindaklanjuti.

     

    Dia berencana mengundang para kepala desa untuk membicarakan permasalahan tersebut.

    "Surat secara resmi kepada bupati atau wakil Bupati, dan kalau tidak datang lapor ke kami," kata Wabup Djafar.

     

    Dia berharap agar para kepala desa untuk tidak segan melapor kondisi fisik pembangunan di wilayah mereka masing-masing.


    Sementara itu Kepala Kejaksaan Negri Ende Muji Murtopo beberapa waktu lalu ketika ditemui di ruang kerjanya menyatakan siap untuk memeriksa proyek fiktif tersebut. Langkah pertama pihaknya akan turun ke Tonggopapa melihat fisik proyek jalan tani tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.