• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok Diperiksa KPK Selama 8 Jam untuk Lengkapi Berkas Sanusi
    ANA DEA | Selasa, 10 Mei 2016 | 18:46 WIB            #NASIONAL

    Ahok
    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/5/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN

     

     

    JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah selesai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (10/5/2016). Pemeriksaan dilakukan sekitar delapan jam dalam kapasitas Ahok sebagai saksi untuk kasus suap rancangan peraturan daerah (raperda) terkait proyek reklamasi.



    Ahok yang terpantau masuk ke Gedung KPK sekitar pukul 09.40, terlihat keluar dari gedung itu sekitar pukul 17.50.



    Saat akan meninggalkan Gedung KPK, Ahok kembali menyatakan pemeriksaanya oleh KPK kali ini dalam rangka melengkapi berkas pemeriksaan para tersangka dalam kasus tersebut, masing-masing Ketua Komisi D DPRD Mohamad Sanusi, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro.



    "Ini untuk melengkapi berkas Pak Ariesman, Pak Sanusi, dan satu lagi, Pak Trinanda. Tiga tersangka ini mungkin mau dinaikkan (ke pengadilan), jadi saya melengkapi berkas-berkas untuk beliau-beliau ini," ujar Ahok.



    Raperda yang menjadi objek suap dalam kasus ini adalah dua raperda yang sempat dibahas oleh DPRD DKI, yakni Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda Tata Ruang Strategis Pantai Utara Jakarta.



    Sanusi tertangkap oleh penyidik KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan yang mana ia kedapatan menerima uang tunai Rp 1,14 miliar pemberian Ariesman. Uangnya diberikan melalui perantara Trinanda di sebuah mal di kawasan Senayan.


    Uang yang diberikan Ariesman diduga untuk memperlancar diturunkannya kontribusi tambahan pengembang proyek reklamasi yang diatur dalam raperda yang tengah dibahas.


     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • ahok
    •   
    •   
    •   




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.