• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Panas Bumi Sumber Energi Alternatif
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Panas
    Kepala Bidang Migas dan Panas Bumi pada Dinas Pertambangan dan Energi (Disttamben) Provinsi NTT, Johny D. Dahoklory

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Letak Indonesia yang berada di ”ring of fire” dunia dengan banyaknya gunung api disamping memberikan dampak yang berbahaya juga memberikan anugerah akan tersedianya energi yang ramah lingkungan yaitu panas bumi. Potensi energi panas bumi yang dimiliki oleh Indonesia mencapai sekitar 28.000 MW dengan potensi sumber daya 13440 MW dan reserves 14.473 MW tersebar di 265 lokasi di seluruh Indonesia.


    Dari potensi sebesar tersebut, 4% atau 1.189 MW telah dimanfaatkan energinya untuk pembangkitan tenaga listrik dengan kapasitas terpasang terbesar berada di daerah Jawa Barat yaitu sebesar 1057 MW (20% dari cadangan), kemudian diikuti oleh Jawa Tengah 60 MW, Sulawesi Utara 60 MW dan Sumatera Utara 12 MW. Untuk pengembangan potensi panas bumi, pemerintah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta untuk ikut berperan serta dalam pengembangan tenaga listrik panas bumi.


    “Sebagai upaya Pemerintah untuk mendorong pengembangan panas bumi di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2003 tentang Panas Bumi dan Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi,” tutur Kepala Bidang Migas dan Panas Bumi pada Dinas Pertambangan dan Energi (Disttamben) Provinsi NTT, Johny D. Dahoklory kepada Flobamora.net, Rabu pekan lalu di Kupang.

     

    Berdasarkan regulasi tersebut telah ditetapkannya 22 Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang terdiri dari 8 WKP di Sumatera, 7 WKP di Jawa, 2 WKP di Sulawesi, 3 WKP di Nusa Tenggara dan 2 WKP di Maluku. Untuk mendukung iklim investasi panas bumi, Pemerintah juga sedang menyusun program untuk merampungkan penetapan restrukturisasi tentang jual beli listrik dari PLTP. 

     

    Menurut dia, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengah kurangnya pasokan dan lemahnya infrastruktur energi, menyimpan potensi panas bumi mencapai 1.266 MW tersebar di 19 lokasi. Sejumlah 16 lokasi berada di Pulau Flores. Saat ini telah dilakukan eksplorasi pada dua lokasi panas bumi yaitu Mataloko dan Ulumbu.


    Potensi panas bumi di Ulumbu sebesar 200 MW, diantaranya cadangan terbukti sebesar 12,5 MW sedangkan di Mataloko potensinya mencapai 63 MW, dengan cadangan terbukti saat ini baru mencapai 2,5 MW. Sebesar 1,5 MW telah dibangkitkan menjadi tenaga listrik oleh PLN.

     

    “Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk mengembangkan sebagai sumber energi tiga wilayah kerja panas bumi yang saat ini ada yaitu Ulumbu, Sokoria dan Mataloko. Sementara potensi yang sudah dilakukan survey dan pemetaannya adalah Atadei di Lembata serta Bukapiting di Alor,” jelasnya.

    Kondisi kelistrikan Provinsi NTT, beban puncak tahun 2015 mencapai 89,33MW dengan penjualan tenaga listrik sampai dengan tahun 2015 mencapai 381,78 GWh dengan perincian, pelanggan rumah tangga 223.88 GWh (58,64%), bisnis 98,7 GWh (25,85%), industri 4,31 GWh (1,13%) dan publik 54,89 GWh (14,38%).

    Ke depan, Pemerintah bermaksud untuk lebih memanfaatkan energi panas bumi dalam penyediaan tenaga listrik nasional melalui program percepatan pembangunan pembangkit  tenaga listrik 10.000 MW tahap II, yang komposisi energi mixnya lebih ke arah energi baru terbarukan, yang salah satunya adalah panas bumi.

     

    Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan kontribusi pemanfaatan energi panas bumi meningkat menjadi 17% (4.713 MW) dari potensi energi panas bumi yang ada hingga tahun 2015.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.