• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Ampera Seke Selan, Pengabdian Seutuhnya untuk Rakyat
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 18 Mei 2016 | 13:12 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Ampera
    Ampera Seke Selan

     

    SETIAP orang pasti punya komitmen diri terhadap profesi atau pekerjaan yang digeluti. Ada yang menyatakan kalau apa yang ditekuni sebagai tempat mencari nafkah atau bisa mempertahankan hidup. Namun tidak demikian untuk Ampera Seke Selan, SH.

     

    Hal ini ditunjukkan sejak menekuni profesi sebagai advokat (pengacara), dan sebagai anggota perlemen. Bahkan komitmen yang sama pun terus mengalir dalam sukmanya ketika mencalonkan diri untuk maju sebagai calon bupati Timor Tengah Selatan (TTS) pada 2018 mendatang.

     

    Setelah meraih sarjana hukum di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Ampera memilih untuk menekuni dunia advokat. Selama kurang lebih 15 tahun terhitung sejak 1995- 2009, mantan aktivis PMKRI ini beracara di Pengadilan Negeri dan menghabiskan waktu untuk membela rakyat kecil yang hendak mendapatkan keadilan dan kebenaranhukum. Dari sekian banyak klien yang didampingi, rata- rata bantuan hukum yang diberikan secara cuma- cuma.

     

    “Saya tidak pernah mematok besarnya uang yang harus diberikan klien. Jika ada bantuan keuangan yang diberikan atas jasa pendampingan hukum yang dijalankan, itupun sesuai kemampuan klien bersangkutan,” kata Ampera.

     

    Mantan aktivis GMKI ini berargumen, sangatlah tidak lengkap jika hanya menegakkan keadilan dan kebenaran tanpa memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Terjun ke politik praktis menjadi syarat mutlak untuk menggapai niat memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Hanya dengan menjadi anggota dewan, perjuangan itu menjadi nyata. Karena dalam lembaga dan diri seorang anggota legislatif, melekat tiga fungsi yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan.

     

    Ketika terpilih sebagai anggota dewan dan menjabat sebagai salah satu wakil ketua DPRD TTS 2009- 2014, Ampera terlibat secara penuh memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui tiga fungsi yang diembannya. Kepentingan rakyat yang diperjuangkan, tidak hanya untuk rakyat di daerah pemilihannya saja, tapi melihat TTS secara keseluruhan. Sehingga apapun aspirasi yang disampaikan bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, harus diakomodasi dalam politik anggaran ataupun keputusan-keputusan dan pengawasan yang dijalankan, baik di bidang pemerintahan maupun pembangunan.

     

    Mahasiswa Pasca Sarjana semester akhir Fakultas Hukum Undana Kupang ini menyampaikan, persoalan kemiskinan dan ketidakadilan pembangunan tidak hanya terjadi di TTS, tapi juga hampir seluruh kabupaten dan kota di NTT. Karena itu, tidak boleh mengkrangkengkan diri di TTS, tapi harus menjadi wakil rakyat di DPRD NTT. Niat Ampera pun mulus dengan terpilih menjadi anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan TTS pada pemilu legislatif 2014 lalu. “Walau mewakili daerah pemilihan TTS, tapi saya berjuang untuk kepentingan rakyat NTT secara keseluruhan,” tandas Ampera.

     

    Meski sudah melihat NTT secara komprehensif, tapi suami dari Syoh Farida Tlonaen tidak tega melihat rakyat TTS terus mendekam dalam persoalan klasik. Karena itu, Ampera terpanggil untuk menjadi pimpinan eksekutif di TTS pada pilkada 2018 mendatang. Kemitraan antara eksekutif dan legislatif harus dibangun secara kuat dengan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala- galanya.

     

    “Jika niat legislatif mewujudkan kesejahteraan rakyat berjalan begitu cepat tapi eksekutif hanya berpihak pada segelintir orang, maka cita- cita mensejahterakan rakyat tidak akan tercapai. Saya bertekad untuk mengubah model pembangunan di TTS ke depan,” tegas Ampera.

     

    Ketua DPC Demokrat TTS periode 2009- 2014 ini menyatakan, bupati sebagai top leader harus berpihak kepada rakyat secara menyeluruh sehingga dapat menyambung dengan politik anggaran. Misalkan, belanja publik dominan tapi pemerintah lebih mempertimbangkan untuk membangun gedung, membeli kendaraan dinas dan aspek lainnya yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian sudah dipastikan, kesejahterakan rakyat yang didambakan tidak akan tercapai.

     

    “Saya yakin langkah politik untuk maju pada hajatan pilkada TTS 2018 mendatang bisa terwujud. Saya pun bisa menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan dengan mengedepankan asas keadilan dan pemerataan. Apalagi dengan pengalaman sebagai anggota legislatif dan advokat, saya sudah menguasai bidang hukum, legislasi, politik anggaran dan bidang pemerintahan,” papar Ampera sambil menambahkan akan memilih calon wakil dari birokrasi senior dan pamongpara sukses.

     

    Anggota Komisi III DPRD NTT ini menyampaikan, pasti ada langkah prioritas dan ikutan yang dijalankan ketika terpilih pada pilkada 2018 mendatang untuk mensejahteraka rakyat TTS. Secara umum, persoalan utama yang terjadi TTS hingga saat ini adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM). Baginya, infrastruktur merupakan urat nadi dalam mempercepat perputaran ekonomi dan jasa. “TTS butuh tipe pemimpin yang bertindak cepat dan berpikir cerdas untuk membuat berbagai terobosan yang bisa dinikmati rakyat,” tegas Ampera.

     

    Bapak tiga anak untuk Dicki Selan, Aldhi Selan, dan Yudhi Selan ini mengungkapkan, TTS merupakan kabupaten dengan penduduk terbesar di NTT. Karena sejak berdiri hingga saat ini, TTS belum memekarkan wilayahnya. Akibatnya, pelayanan pemerintahan dan pembangunan tak berjalan efektif dimana pembangunan menjadi timpang dan kesejahteraan rakyat tidak tercapai.

    “Pemekaran TTS menjadi suatu keharusan, bukan hanya satu bahkan sampai tiga. Tujuannya untuk mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat, pembanguann dan kesejahteraan rakyat terwujud,” papar Ampera.

     

    Menyikapi kekeringan yang selalu berulangtahun dialami warga TTS terutama wilayah Selatan, Ampera nyatakan, beberapa item sudah diperjuangkan dan program pun telah diintervensi. Namun karena keterbatasan anggaran di tingkat provinsi, belum menjawabi semua harapan. Yang harus dibuat pemerintah ke depan adalah mendatangkan ahli untuk meneliti titik- titik sumber air untuk dieksploitasi. Ini untuk memenuhi kebutuhan air baku, baik untuk konsumsi maupun ternak serta lahan pertanian. Selain itu, harus dibangun embung atau cekdam tipe kecil, sedang dan besar untuk menampung air pada musim penghujan.

     

    “Memang ada bantuan sumur dari pemerintah pusat, tapi karena perencanaan kurang matang sehingga ada yang belum dilaksanakan dan yang telah dibangun pun mubasir,” papar Ampera.***

     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.