• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    PT Flobamor Siap Realisasikan Kerja Sama dengan DKI Jakarta
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 19 Mei 2016 | 12:35 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    PT
    Dirut PT Flobamor, Hieronimus Soriwutun

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Mencermati kepercayaan yang diberikan pemerintah, Direktur Utama (Dirut) PT Flobamor Hieronimus Soriwutun menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti kerja sama tersebut berdasarkan MoU yang sudah ditandatangani.

     

    Hanya saja dia menilai tidak ada keseriusan dari kedua belah pihak terutama Pemerintah DKI yang memberikan kewenangan kepada PT Dharma Jaya. Kerja sama ini awalnya diharapkan seluruh ternak yang jadi kebutuhan DKI Jakarta di pasok dari NTT melalui Dharma Jaya, kenyataannya belum didiskusikan secara baik, sehingga beberapa bulan lalu ada keinginan untuk segera merealisasikan kerja sama tersebut.

     

    “Untuk menjawab tantangan itu, saya minta waktu satu bulan untuk melakukan kajian di tingkat petani peternak populasi ternak dan harganya seperti apa. Survey itu kami lakukan di Bulan Maret.  Kita turunkan tim ke daratan Timor dan Sumba, karena waktu itu sempat diributkan soal harga sapi hidup dan ketersedaan ternak tidak cukup untuk menunjang kerja sama tersebut,” urainya di Kupang, Rabu pekan lalu.

     

    Hasil survey di daratan Timor dan Sumba menunjukkan, data populasi ternak sapi tahun 2015  yang siap diantarpulaukan sebanyak 589.600 ekor. Ini bisa dipasok ke Jakarta. Hanya saja yang diinginkan adalah pengendalian dari pemerintah terutama melarang pengantarpulauan sapi betina produktif dan sapi yang beratnya di bawah 300 kg.

     

    Dia khawatir kalau itu tidak dikendalikan bisa habis ketersediaan ternak. Sementara kebutuhan untuk DKI sekitar 70.000 ekor per tahun. NTT mampu mengirim sekitar 9 – 10 %. Itu artinya usaha peternakan harus terus dikembangkan dengan skala besar, jika skala kecil, daerah ini kita tidak mampu. Sementara sisi kebutuhan untuk DKI Jakarta bisa dipenuhi daerah lain.

     

    Sebagai BUMD PT Flobamor punya tanggung besar untuk memecahkan kebuntuan tersebut. Dari hasil survey disimpulkan harga  penjaulan sapi hidup per kilo gram antara Rp 32.000 – Rp  33.00 di tingkat petani. Dengan harga ini  paling  tidak ada kesejahteraan di tingkat petani peternak. Perusahaan tidak menghendaki dengan adanya MoU tersebut peternak dipoisisi yang dirugikan. Karena itu yang perlu dicermati adalah baik NTT maupun DKI harus dalam posisi yang saling menguntungkan.

     

    Mengacu pada hasil survey itulah PT Flobamor memutuskan siap membantu pemerintah dalam rangka menindaklanjuti kereja sama ini. Setelah itu, PT Flobamor tinggal menunggu keputusan Gubernur NTT tentang BUMD sebagai penyalur ternak. Langkah selanjutnya adalah, bertemu dengan pemerintah DKI untuk membicarakan tindak lanjut kerja sama tersebut.

     

    Ternyata selama ini Dharma Jaya sudah ke NTT dan langsung ke peternak. Komunikasi dengan Pemprov DKI tetap dilakukan untuk merealisasikan kerja sama ini. Bahkan kerja sama itu tidak hanya dilihat dengan adanya kapal ternak bantuan presiden.

     

    “Untuk pengiriman sapi ke DKI kita masih harus bertemu dengan PT Dharma Jaya, sehingga MoU itu bisa ditindaklanjuti terutama mekanisme pengiriman ternak sesuai aturan yang berlaku. Yang paling penting bagaimana kesiapan masyarakat untuk menerima kerja sama ini sehingga mereka bisa menerima manfaatnya,” kata Soriwutun.

     

    Guna menjamin kontinuitas ketersediaan sapi di NTT, PT Flobamor sudah punya rencana jangka pendek yang harus dilakukan adalah pembibitan dan penggemukan. Untuk itu perusahaan tersebut harus mencari sipi peternak untuk penggemukan sambil mencari lokasi  pembibitan.

     

    “Ke depannya, yang harus kita lakukan di NTT adalah pembibitan, penggemukan, pengiriman sapi hidup dan pengolahan daging. Itu nantinya akan dilakukan oleh PT Flobamor Mandiri Jaya, sebuah anak perusahaan PT Flobamor yang bergerak di bidang peternakan. Ini untuk mengantisipasi PP Nomor 4 tahun 2016,” jelasnya.

     

    Menyangkut ketersediaan pakan yang menjadi masalah serius dalam upaya pengembangan sapi di NTT, PT Flobamor sudah punya rencana jangka panjang. Bahkan bukan hanya pakan yang selalu menjadi kesulitan di musim kemarau, tetapi ketersediaan air. Hal tersebut perlu kajian mendalam karena keterbatasan lahan juga menjadi kendala serius. Untuk pengembangan ternak itu sendiri PT Flobamor akan kerja sama dengan Pemkab TTU, Nagekeo dan Sumba Timur.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.