• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Travel
     
    Tour de Flores akan Jadi Event Pariwisata Tahunan
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 23 Mei 2016 | 14:07 WIB            #TRAVEL

    Tour
    Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya

     

    LABUAN BAJO – FLOBAMORA.NET - Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan, Tour de Flores (TdF) akan menjadi event pariwisata tahunan di Flores yang dipadukan dengan kegiatan balap sepeda internasional untuk menarik minat masyarakat Indonesia dan manca Negara mengunjungi berbagai daya Tarik wisata di Flores, NTT.


    Tour de Flores terdiri atas dua  acara pokok, yaitu wisata dan balap sepeda internasional. Acara wisata diisi dengan kegiatan mengunjungi wisata alam seperti Danau Kelimutu dan Pulau Komodo, acara budaya, bazaar dan pesta rakyat. Balap sepeda Internasional dilaksanakan dibawah pengawasan Union Cycliste Internationale (UCI), Badan Penyelenggara Balap Sepeda Internasional dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).


    “Tour de Flores 2016 merupakan bentuk konsolidasi antara Pemerintah (Pusat) dan Pemerintah Daerah (Provinsi danKabupaten), karena melalui Tour de Flores tercipta kerja sama yang saling melengkapi antara banyak pihak untuk menyuk seskan Tour de Flores,” ujar Arief Yahya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (23/5) .


    Chairman TdF Primus Dorimulu menambahkan, “TdF akan melangkapi dua event serupa yang telah digelar di Indonesia, yakni Tour de Singkarak dan Tour de Banyuwangi Ijen. Kelebihan TdFa dalah lintasan yang lebih menantang. Sedikitnya terdapat 12 rute menanjak yang masuk klasifikasi Mountains. Pemenang klasifkasi ini disebut ‘King of Mountains.”

     

    Sementara Juara Umum TdF 2016 Daniel Whitehouse seusai balapan mengaku sangat senang bisa menjadi juaraTdF. Meski dia mengaku balapan kali ini sangat sulit. Menurutnya, TdF jauh lebih menantang dari Tour de Banyuwangi Ijen karena di Ijen hanya ada satu tanjakan. "Ini sulit sekali dan alamnya sangat menantang karena sangat banyak naik turunnya," kata  pebalap asal Selandia Baru tersebut.

     

    Hal senada diungkapkan Robin Manulang. Menurutnya, medan TdF ini sangat menantang. "Tanjakannya sangat banyak," ucapnya singkat.

    Pada bagian lain ia agak sedikit kecewa karena harus tersingkir ke peringkat lima. "Saya sudah ketetaran di KOM pertama. Sempat terkejar, tapi kemudian diserang lagi. Di KOM ketiga saya sudah tercecer dan lepas," ucapnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.