• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 24 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    KPU NTT Kekurangan Dua Komisioner
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 14 Juni 2016 | 14:53 WIB            #PEMILU

    KPU
    Ketua KPU NTT Maryanti L. Adoe

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kekurangan dua komisioner. Beberapa bulan yang lalu, mantan Ketua KPU NTT Jhon Depa meninggal dunia karena sakit. Sehingga jumlah anggota KPU yang semula berjumlah lima orang, hanya tinggal empat orang.


    Ketua KPU NTT Maryanti L. Adoe menyampaikan saat ini terjadi kepincangan pelayanan menjelang pilkada karena setelah Jhon Depa meninggal dunia, anggota KPU hanya tinggal empat orang. Namun, saat tahapan Pilkada Kota Kupang dimulai, satu anggota KPU NTT yakni Lay Djaranjoera mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai bakal calon walikota Kupang.


    "Sekarang anggota KPU NTT hanya tiga orang. Kami sudah usulkan untuk dilakukan proses pergantian namun sampai sekarang belum ada realisasi," kata Maryanti di DPRD NTT, Selasa (14/6).


    Maryanti menyampaikan karena kekurangan komisioner maka pihaknya sudah melaporkan ke KPU Pusat untuk segera melakukan proses pergantian. KPU NTT juga sudah berkoordinasi dengan lima orang yang dinyatakan lulus cadangan (10 besar) pada seleksi anggota KPU beberapa tahun lalu.
     

    Dia mengatakan, proses pergantian anggota KPU di tingkat daerah merupakan tugas dan tanggung jawab KPU Pusat. Sedangkan KPU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota hanya berhak mengusulkan kekuarangan yang ada.


    Dia menjelaskan, anggota KPU NTT Lay Djaranjoera
    sudah mengajukan surat pengunduran diri sejak tanggal 8 Juni 2016. Surat tersebut diterima dan diteruskan ke KPU Pusat. Namun, sebelum ada proses pergantian maka Lay Djaranjoera masih berstatus anggota KPU NTT.

    "Sebelum SK pergantian turun, Lay Djaranjoera masih tetap anggota KPU NTT," jelasnya.


    Maryanti berharap proses pergantian dua anggota KPU NTT yang baru segera dilakukan karena sudah memasuki tahapan pilkada disejumlah daerah. Jika mengacu pada aturan, maka rapat pleno KPU minimal dihadiri empat orang anggota. Dengan demikian maka proses pergantian anggota KPU NTT segera dilakukan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.