• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 30 September 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Panen Bergeser, Distanbun NTT belum Pastikan Total Produksi
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 17 Juni 2016 | 13:47 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Panen
    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebaungan (Distanbun) NTT, Anis Tay Ruba

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET -  Pergeseran waktu panen akibat perubahan musim hujan pada musim tanam 2015/2016 membuat Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) belum dapat memastikan total produksi padi dan jagung.

     

    “Ketersediaan stok beras yang dikuasai Divre Bulog NTT sebanyak 35. 000 ton masih bisa mencukupi kebutuhan akan beras lima setengah bulan ke depan,” kata  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebaungan (Distanbun) NTT, Anis Tay Ruba ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (17/6).

     

    Anis menjelaskan, biasanya setiap tahun para petani melakukan panen pada bulan Mei. Namun untuk tahun ini bergeser ke Juni akibat perubahan musim hujan pada musim tanam 2015/2016.

     

    Menurutnya, perubahan musim hujan tersebut juga berdampak pada hampir semua lahan tadah yang tersebar di kabupaten- kabupaten tidak bisa ditanam. Ini terlihat dari luas areal tanam padi untuk musim tanam 2015/2016 yang ditargetkan 229. 000 hektar tapi hanya terealisasi seluas 214. 000 hektar.

     

    “Hujan yang tidak merata dari aspek tempat dan waktu itu membuat ada sejumlah daerah gagal tanam, terutama lahan sawah tadah hujan. Kita belum pastikan total produksi karena para petani sedang panen,” kata Anis.

     

    Dia menjelaskan, para petani yang gagal tanam akibat minimnya curah hujan, didorong untuk terlibat sebagai pekerja di daerah irigasi. Atau bisa menggarap lahan di daerah irigasi yang tidak ditanam. Prinsipnya, terus mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan dan perluasan areal tanam di daerah irigasi agar ketersediaan stok pangan terutama beras dan jagung tetap terjaga.

     

    Anis menyatakan, pihaknya juga mendorong petani agar mengoptimalkan lahan- lahan pertanian di daerah sentra produksi. Selain itu, para petani diharapkan memanfaatkan secara maksimal sumber air alternatif seperti sumur dengan memanfaatkan sarana prasarana yang telah disalurkan. Juga melakukan diversifikasi pangan terutama hortikultura semusim yang tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak.

     

    “Untuk semua daerah irigasi, kita dorong untuk tetap tanam padi dan jagung. Juga melakukan penangkaran benih untuk kebutuhan musim tanam berikut,” paparnya.

     

    Dia menyebutkan perbandingan total produksi sepanjang tahun 2014 dan 2015 untuk jenis tanaman padi, jagung, dan kedelai. Untuk tanaman padi, total produksi tahun 2015 sebanyak 948.088 ton atau naik sekitar 14 persen dari tahun 2014 yang berjumlah 825. 728 ton.

     

    Dia menambahkan, total produksi jagung pada tahun 2015 sebanyak 685. 081 ton atau naik sekitar lima persen dari tahun 2014 berjumlah 647. 108 ton. Komoditi kedelai pun mengalami kenaikan, dimana tahun 2014 sebanyak 2. 710 ton menjadi 3. 615 ton pada tahun 2015.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.