• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 01 November 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Benarkah Ahok Ragu Tempuh Jalur Independen seperti Kata Adhyaksa?
    ANA DEA | Minggu, 19 Juni 2016 | 09:36 WIB            #NASIONAL

    Benarkah
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

     

     

    JAKARTA - Adhyaksa Dault menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama atau Ahok yang dinilai mulai ragu lewat jalur perorangan (independen).

     

    Pria yang berniat menjadi calon gubernur DKI Jakarta ini menilai Ahok mulai gusar dan melirik partai politik.

     

    Menurut Adhyaksa, bekal Ahok ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen sebenarnya sudah lebih dari cukup.

     

    Tercatat, hampir 1 juta data kartu tanda penduduk (KTP) terkumpul sebagai bentuk dukungan terhadap Ahok.

     

    Namun, Adhyaksa melihat Ahok mulai ragu menempuh jalur independen. "Kayak sekarang si incumbent (petahana) ini, sudah dapat satu juta (KTP) masih ragu mau ke partai," kata Adhyaksa di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2016).

     

    Di sisi lain, Ahok sudah mengantongi dukungan dari tiga partai politik, yakni Partai Hanura, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

     

    Jika perolehan kursi ketiga partai itu digabungkan, maka tiga partai tersebut sudah memenuhi syarat untuk mengusung Ahok sebagai bakal calon gubernur.

     

    Adhyaksa pun menyebut Ahok ragu untuk ikut Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen karena mantan Bupati Belitung Timur itu berambisi menjadi penguasa, bukan pemimpin.

     

    "Kalau jadi pemimpin, sudah berketetapan hati independen, maju saja kalau sudah satu juta. Jangan ragu-ragu lagi," ujar Adhyaksa.

     

    Persoalan kalah atau menang, kata Adhyaksa adalah hal biasa. Masyarakat akan melihat integritas pemimpinya. "Partai ini pindah, pindah, dilepehin lagi. Nah ini enggak jelas," ujar Adhyaksa.

     

    Ahok sendiri berniat melakukan pertemuan dengan kelompok relawan pendukungnya, "Teman Ahok".

     

    Pertemuan itu untuk membahas jumlah dukungan yang hampir mencapai satu juta KTP. Dalam pertemuan itu, Ahok juga berniat membahas soal dukungan partai politik.

     

    "Ya sudah kami mesti ketemu ngomong dong. Kalau (terkumpul) satu juta (data KTP) jelas, kami mungkin akan tanya kepada Teman Ahok, 'Ahok-Heru ini mau melalui verifikasi sulit atau melalui partai?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.

     

    Verifikasi dukungan

    Di lain pihak, hasil revisi UU Pilkada telah memperketat proses verifikasi data KTP yang digunakan oleh calon perseorangan atau independen. Aturan itu terdapat dalam Pasal 48 pada UU Pilkada yang baru disahkan DPR.

     

    Berdasarkan Pasal 48 ayat (3), verifikasi faktual dilakukan paling lama 14 hari terhitung sejak dokumen syarat dukungan pasangan calon perseorangan diserahkan ke panitia pemungutan suara (PPS).

     

    Verifikasi faktual dilakukan dengan metode sensus. Nantinya, petugas dari KPU mendatangi pendukung calon yang menyerahkan data KTP mereka satu per satu.

     

    Namun, berdasarkan Pasal 48 ayat (3b), apabila pendukung tak dapat ditemui ketika petugas melakukan verifikasi, maka pasangan calon diberi kesempatan untuk menghadirkan pendukung calon yang dimaksud ke kantor PPS paling lambat tiga hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut.

     

    Proses verifikasi dukungan yang baru ini dinilai menyulitkan calon independen. "Teman Ahok" pun berniat mengajukan uji materi terhadap aturan yang baru disahkan DPR tersebut.

     

    Ahok juga mengingatkan bahwa ia harus menandatangani puluhan ribu formulir apabila berniat mencalonkan diri melalui jalur independen.

     

    Sementara itu, apabila maju melalui jalur partai politik, Ahok mengatakan bahwa ia hanya membutuhkan tiga materai.

     

    "Saya mesti tanya sama mereka, yang pasti dalam pikiran saya nih, saya ngomong dengan mereka, 'Anda mau saya jadi gubernur atau tidak gitu?'. Kalau Anda (Teman Ahok) berniat saya jadi gubernur, Anda mau tempuh jalan susah apa jalan mudah?" kata Ahok.


     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • ahok
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.