• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkab Ende Diminta Segera Bentuk Kecamatan Tanarea
    ALEX | Senin, 27 Juni 2016 | 13:54 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkab
    Penyerahan dokumen rencana pembentukan Kecamatan Tanarea

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Masyarakat 10 desa di Kecamatan Nangapanda mendesak Bupati Ende segera memproses pemekaran Kecamatan Nangapanda menjadi kecamatan baru dengan nama Kecamatan Tanarea di tahun 2016 ini.

     

    Demikian pernyataan sikap dan rekomendasi panitia pembentukan kecamatan yang dibacakan Ludgardis Mite di hadapan Bupati Ende Marselinus Y.W Petu dan Wakil Bupati Djafar Achmad dan Asisten Administrasi John V Tote, Senin (27/6).

     

    Puluhan warga dari 10 desa yang diwakili para mosalaki, kepala desa dan tokoh masyarakat menyampaikan pernyataan sikap untuk pembentukan kecamatan baru tersebut.


    Pernyataan sikap tersebut disampaikan salah satu tokoh wanita yang pada point terakhir meminta Pemerintah dan DPRD Ende segera memproses pemekaran di tahun 2016 ini dengan membuat Ranperda terkait dengan pemekaran itu.



    "Kami minta Pemerintah Daerah dan DPRD untuk segera membuat Ranperda terkait pembentukan Kecamatan Tanarea yang beribukota di Orakeri Mboasa," kata Ludgardis yang juga membacakan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Ende demi menyejahterakan masyarakat.

     

    Dalam pernyataannya, mereka juga berharap Pemerintah Daerah dan DPRD segera lakukan kajian sosial, geografis dan administrasi demi proses pemekaran kecamatan.


    Sebelumnya, salah satu tokoh muda Nangapanda Ansel Kaise yang menjabat sebagai sekretaris II membacakan kronologi pembentukan Kecamatan Tanarea. Dia menyebutkan dasar atau alasan pembentukan sesuai dengan Mubes 19 desember 2012 adalah demi pendekatan pelayanan mengingat kondisi geografis yang sangat sulit.


    "Potensi alam yang tidak dieksplorasi baik karena transportasi juga pelayanan publik menjadi kendala karena alasan tersebut," kata Ansel.

     

    Sementara itu Ketua Panitia Pemekaran Kecamatan Lorentius Petu menyatakan untuk itulah warga 10 desa datang untuk menyerahkan dokumen dan rekomendasi serta pernyataan sikap agar pemerintah bisa menindaklanjuti.


    Bupati Ende Marselinus Y.W Petu kepada warga Nangapanda mengatakan, dari sapaan adat, penjelasan panitia, kronologis perjalanan rencana dan pernyataan dan penyerahan dokumen semua maksudnya satu dan sama agar rencana pemekaran dan pembentukan kecamatan baru bisa terjadi dan menjadi kenyataan.


    "Apresasi kepada panitia yang sudah bekerja, mudah-mudahan ini bukan rekayasa namun merupakan bagian dari niat tulus sehingga perjalanan ini jadi bersih dan mulus tanpa hambatan dan rintangan," kata Bupati Marsel.


    Dia berjanji untuk mengkaji niat dari masyarakat untuk dapat pelayanan yang berkualitas, apakah rencana bisa menjawab pelayanan yang  efisien, efektif dan ekonomis.


    "Karena ini adalah sebuah kebutuhan, berdasarkan kajian dan analisis  teknis maka dengan sendirinya bisa di bentuk, dan saya secara pribadi mendukung," kata dia.


    Dia juga mengatakan apapun alasan 10 desa di tapal batas bagian barat Kabupaten Ende yang berbatasan langsung dengan Nagekeo, apapun harus dipikirkan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi.


    "Kita akan segera bentuk tim, baik secara teknis maupun adminsitrasi serta sosial, dan proposal yang diserahkan ini bisa menjadi pendasaran untuk lakukan kajian secara sosial kemasyarakatan," ujarnya.


    Berkaitan dengan pernyataan sikap yang menginginkan dibuat Ranperda, Bupati Marsel mengatakan mesti menuggu proses dan regulasi yang panjang. Karena itu ia meminta agar semua persyaratan bisa disiapkan semua sehingga Tim verifikasi turun bisa lengkap termasuk menunggu hingga usia desa yang tergabung ke kecamatan baru mencapai lima tahun seturut ketentuan undang–undang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.