• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 Maret 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Komentar Ahok dan Upaya Pembuktian `Teman Ahok` Atas 1 Juta KTP
    ANA DEA | Selasa, 28 Juni 2016 | 09:17 WIB            #NASIONAL

    Komentar
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hadir dalam perayaan 1 juta KTP di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Minggu (19/6/2016). Jessi Carina

     

    JAKARTA - Bukan hanya politikus Partai Gerindra Habiburokhman dan politisi PPP Abraham Lunggana yang meragukan 1 juta KTP "Teman Ahok". Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga tidak mengetahui kebenaran 1 juta data KTP itu.

     

    Hal ini menjadi pokok pembahasan ketika Teman Ahok bertemu dengan Ahok di rumahnya, Sabtu (25/6/2016) lalu.

     

    "Saya juga enggak tahu 1 juta itu benar enggak. Nah nanti kalau sudah membuktikan itu, minimal anak-anak itu kan pengin saya tetap maju," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (27/6/2016).

     

    Ahok juga merasa klaim 1 juta KTP itu memang harus dibuktikan oleh Teman Ahok. Pasalnya, bukan hanya pihak luar yang meragukan. Dia sendiri juga belum tahu apakah 1 juta data KTP yang dikatakan Teman Ahok betul-betul ada.



    "Saya juga enggak tahu apa betul enggak ini satu juta. Pak Lulung juga enggak percaya kan?" ujar Ahok.

     

    Sebelumnya Lulung memang mengatakan dukungan 1 juta data KTP Ahok hanyalah klaim saja. Dia bahkan berjanji mengiris telinganya jika Ahok berani maju melalui jalur independen dengan menggunakan 1 juta KTP itu.

     

    Selain Lulung, Habiburokhman juga politisi yang menilai dukungan 1 juta KTP hanya klaim. Ahok menilai, terlalu berisiko jika 1 juta data KTP tersebut langsung diuji dalam verifikasi KPU DKI. Jika ternyata jumlahnya tidak memenuhi syarat, maka dia tidak bisa ikut Pilkada DKI 2017.

     

    "Masa mau nunggu (verifikasi) KPU DKI dulu, kan enggak mungkin kan. Kalau tunggu KPU kan nasi jadi bubur dong," ujar Ahok. 

     

    Pembuktian Teman Ahok

    Bersama Ahok, Teman Ahok pun membahas banyaknya keraguan atas 1 juta KTP yang mereka dapatkan. Akhirnya, Teman Ahok sepakat untuk merekapitulasi 1 juta data KTP itu dan melakukan verifikasi.

     

    Mereka yang tidak percaya dengan 1 juta data KTP Teman Ahok, akan diundang dan dipersilakan memilih warga yang telah mengumpulkan KTP secara acak.

     

    "Selama ini kan banyak yang enggak percaya sama pendapatan KTP kita, nah kita mau undang mereka untuk datang dan hitung bareng," ujar Pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo.

     

    Nantinya, Teman Ahok akan langsung melakukan verifikasi terhadap warga dengan disaksikan langsung oleh pihak-pihak yang meragukan mereka. Hal itu sekaligus untuk meyakinkan Ahok atas 1 juta data KTP yang mereka peroleh.

     

    "Kami akan telepon bareng-bareng," ujar Singgih.

     

    Terkait konsep pembuktian ini, Ahok memuji Teman Ahok. Khususnya terkait rekapitulasi 1 juta data KTP yang sedang dilakukan oleh Teman Ahok.

     

    Menurut dia, Teman Ahok sudah bekerja dengan baik dalam merekapitulasi KTP tersebut.

     

    "Sekarang sudah 700.000 lebih nih, sampai tingkat RT juga. Ini hebat loh, mereka nih hebat kerjanya," ujar Ahok. 

     

    Setelah direkapitulasi, siapapun akan mudah ketika ingin melakukan verifikasi. "Lo mau tanya pendukungnya dari RT mana, dia bisa keluarin loh. Nanti kita bisa cek dong, bener enggak nih," ujar Ahok.


     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • ahok
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.