• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Dua Jembatan di Nagekeo Butuh Penanganan Segera
    RISKY R | Jumat, 28 Februari 2014 | 14:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Kadis PU NTT, Andre Wellem Koreh

     
    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Timur (NTT), Andre Welem Koreh mengatakan, putusnya dua jembatan di Kabupaten Nagekeo, akibat bencana alam pekan lalu, membutuhkan penanganan segera.

    "Jika itu sebagai bagian dari peristiwa bencana, maka penanganan tanggap darurat ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dana tanggap darurat berada di Biro Keuangan dan dikelola BPBD NTT," kata Andre di Kupang, Jumat (28/2).

    Menurutnya, untuk membangun jalan darurat, Dinas PU hanya memberi pertimbangan dari aspek teknis. Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) bukan pada tanggap darurat. Ini juga sudah diatur dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
     
    Dia menyatakan, Dinas PU baru akan menanganinya bila setelah kegiatan tanggap darurat atau pada masa rehabilitasi. Namun untuk membangun kembali secara permanen, dibutuhkan waktu yang cukup lama, bisa sampai setahun. Karena harus dilakukan penelitian dan kajian secara komprehensif sehingga ketika dibangun, tidak terjadi masalah lagi.

    Sebelumnya, Wakil Bupati Nagekeo, Paul Nuwa Veto melapor ke Gubernur NTT, Frans Lebu Raya tentang dampak bencana yang terjadi di daerah itu beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah (Pemda) Nagekeo mengalami kesulitan untuk menangani dampak bencana tersebut.

    Dia menyebutkan, ada dua jembatan yang rusak total akibat bencana yakni satu jembatan di wilayah utara tepatnya di Desa Anakoli dan satu lagi di wilayah Selatan, yakni jembatan Nangawaru, tepatnya di Nangaroro. Agar transportasi tetap lancar, Pemda Nagekeo sudah membuka jalan alternatif.

    “Jembatan di wilayah Utara yang putus tersebut berada di ruas jalan provinsi, sedangkan di Nangaroro berada di ruas jalan strategis,” kata Nuwa Veto.

    Kata dia, Pemkab Nagekeo mengalami kendala untuk membangun dua jembatan dimaksud. Pasalnya, tidak ada alokasi anggaran untuk membangun kembali dua jembatan dimaksud, karena APBD Nagekeo 2014 sudah ditetapkan. Untuk itulah permasalahan putusnya dua jembatan itu dilaporkan ke gubernur.
     
    “Pembangunan kembali dua jembatan itu sangat mendesak untuk dilaksanakan sehingga arus transportasi yang melintasi daerah itu kembali normal,” ujar Nuwa Veto.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.