• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Forkopimda Sikapi Penyanderaan Tiga Warga NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 12 Juli 2016 | 20:20 WIB            #INTERNASIONAL

    Forkopimda
    Gubernur NTT, Frans Lebu Rayaa

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET -  Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan pihaknya telah menggelar rapat Forkopimda untuk menyikapi kasus penyanderaan tiga ABK asal NTT itu. Bahkan hasil rapat itu pun telah disampaikan ke Presiden Jokowi dengan tembusan ke Menkopolhukam, Mendagri, dan Menteri Luar Negeri.

     

    Menurut Lebu Raya, Pempus juga sudah mengambil langkah berupa koordinasi dengan Pemerintah Malaysia dan Filipina untuk memberi perlindungan terhadap ketiga warga ABK yang disandera kelompok militan Filipina.

     

    “Kita belum tahu apakah kelompok militan yang menyandera tiga ABK asal NTT itu ada kaitan dengan kelompok Abu Sayyaf,” tandas Lebu Raya di Kupang, Selasa (12/7).

     

    Dia menyebutkan, ketiga ABK yang disandera tersebut adalah warga Flores Timur (Flotim), yakni Lorens Koten, Theo Arakian, dan Eman Kopong. Dari ketiga nama itu, dua diantaranya ber- KTP Flotim, sedangkan satunya KTP provinsi lain.

     

    Walau demikian, sambungnya, ketiganya memiliki paspor yang diterbitkan di Nunukan, Kalimantan Barat. Pemkab Flotim pun sudah menggelar rapat dan membangun komunikasi dengan pihak keluarga yang ada di daerah itu.

     

    Sebelumnya Komisi 1 DPRD NTT meminta pemerintah setempat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat (Pempus) guna mengambil langkah lebih lanjut membebaskan tiga anak buah kapal (ABK) asal NTT yang disandera kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf di perairan Sabah- Malaysia, Sabtu (9/7) lalu.

     

    Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD NTT yang membidangi Pemerintahan Umum, Kasintus P. Ebu Tho

     

    Kasintus yang biasa disapa Maxi menyatakan keprihatinannya terhadap nasib tiga warga asal NTT yang kini disandera kelompok militan Filipina. Karena itu pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri harus segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan di tempat kejadian.

     

    Hal ini dimaksudkan agar ketiga ABK yang nota bene adalah nelayan, bisa diketahui kejelasannya guna mencari solusi terbaik mengatasi permasalahan itu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.