• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Hama Belalang Serang Lima Kecamatan di Sumba Timur
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 13 Juli 2016 | 18:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Hama
    Hama belalang yang menyerang wilayah sumba Timur saat ini

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET -  Hama belalang kumbara menyerang lima kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, yakni Kecamatan Pahungalodu, Pandawai, Haharu, Kahaungu Eti, dan Rindi. 

     

    “Sekitar 35. 000 sampai 45. 000 warga terkena dampak karena tanaman komoditi pertanian milik mereka seperti padi, jagung, sayur, pisang, kelapa, dan tanaman produktif lainnya diserang hama belalang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Tini Thadeus di Kupang, Rabu (13/7).

     

    Menurut Tini, perkembangan hama belalang sangat cepat sehingga cukup meresahkan masyarakat. Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah endemik, karena setiap tahun hampir diserang hama belalang. Jika satu daerah diserang hama belalang, maka akan menyebar ke daerah lainnya dalam waktu yang cukup cepat.

     

    “Dinas Pertanian dan Perkebunan sudah turun ke lapangan. Kami dari BPBD Provinsi NTT masih koordinasi berdasarkan data awal,” kata Tini Thadeus.

     

    Sementara Kepala Dinas Sosial NTT, Willem Foni menyampaikan, meski belum terlalu lama, namun hama belang sudah menyerang lima kecamatan di Sumba Timur. Langkah- langkah yang telah dilakukan masyarakat adalah memukul gong untuk menghalau belalang keluar dari wilayah mereka. Hal itu diyakini masyarakat setempat sebagai tradisi turun temurun. Ironisnya, cara tradisional itu tidak berhasil membasmi hama belalang sehingga dibutuhkan tindakan pemerintah.

     

    “Kami dari Dinas Sosial NTT berhak memberikan bantuan pangan jika terjadi rawan pangan. Bantuan yang disiapkan berupa beras, mie instans, dan lauk pauk,” papar Willem.

     

    Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo mendesak pemerintah segera menyikapi hama belalang di Sumba Timur agar tidak menyebar luas ke wilayah lain. Masalah hama belalang di Sumba Timur harus diprioritaskan agar masyarakat tidak menjadi korban. BPBD NTT diharapkan dapat melakukan kegiatan rutin yakni koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), dan pihak terkait lainnya.

     

    “DPRD NTT akan menggelar rapat gabungan komisi dengan pihak terkait lainnya untuk berantas hama belalang di Sumba Timur,” ujar Winston.

     

    Dia menjelaskan, upaya masyarakat Sumba Timur yang memukul gong hanya berhasil menghalau belalang keluar dari daerah mereka, namun tidak membasmi populasi. Karena itu, Dinas Pertanian harus melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi hama belalang yang terus menyerang tanaman milik warga. 

     

    “Kalaupun disemprot, harus perhatikan dampaknya karena pestisida itu aromanya cukup menyengat dan mengganggu warga. Tanaman dan sumber-sumber air juga akan kena pastisida,” tambah Winston.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.